Blokagung, Banyuwangi – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung menggelar seminar bertema “Menjadi Calon Guru yang Berkelanjutan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan” pada Kamis, (22/5/2025). Bertempat di Aula Kampus 2 UIMSYA, kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan 206 siswa dari berbagai SLTA yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Seminar ini menjadi salah satu langkah konkret FTK UIMSYA dalam menyiapkan para calon pendidik agar siap menghadapi tantangan zaman dan tetap berkomitmen pada penguatan karakter serta kualitas pembelajaran.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor III UIMSYA, Abdi Fauji Hadiono, MH., M.Sos.,mewakili Rektor UIMSYA yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Abdi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua narasumber yang telah hadir. Ia menilai bahwa pemilihan narasumber sangat tepat karena relevan dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan saat ini. Selain itu, ia juga menjelaskan perjalanan sejarah UIMSYA yang awalnya bernama STAI Darussalam (STAIDA) pada tahun 2001, lalu berubah bentuk menjadi institut pada 2016, hingga resmi menjadi universitas pada tahun 2023. “Alhamdulillah, alumni UIMSYA saat ini telah tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan kami sudah menerima dua mahasiswa dari Thailand yang kuliah di Fakultas Tarbiyah,” ungkapnya.
Abdi menambahkan bahwa kerjasama internasional terus ditingkatkan, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) integratif yang setiap tahunnya mengirimkan mahasiswa ke Thailand dan Malaysia. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Rektor UIMSYA kepada para narasumber serta seluruh peserta seminar, seraya menekankan bahwa UIMSYA terus berbenah dengan membuka lima program studi baru. Untuk jenjang S1, telah dibuka Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Hukum Keluarga Islam (HKI), sedangkan untuk jenjang S2 telah hadir Prodi Ekonomi Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Siti Aminah, S.Pd.I., M.Si., yang menyambut para narasumber dan peserta dengan hangat. Ia menyampaikan bahwa keberadaan seminar ini bukan hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga bentuk aktualisasi visi UIMSYA sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan kompetitif di tingkat Asia Tenggara. Dalam sambutannya, Dr. Siti Aminah mengutip sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini untuk menjadi guru, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” Dengan kutipan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran guru tidak hanya dalam menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan kepribadian.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan perbedaan antara peran mudarris dan mu’allim, di mana seorang mudarris hanya menyampaikan materi pelajaran, sedangkan mu’allim adalah sosok yang menyampaikan ilmu dan memberikan keteladanan dalam kehidupan. “Kami berharap para calon guru di FTK dapat menjadi mu’allim sejati, yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memberi contoh dalam perilaku dan spiritualitas,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter pendidik yang tidak hanya berorientasi pada karier, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan sosial yang tinggi.
Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) FTK, Sri Wahyuni, turut memberikan sambutan mewakili mahasiswa. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar ini. Ia berharap seminar ini bisa memberikan wawasan dan motivasi bagi mahasiswa dan siswa yang hadir, khususnya yang memiliki cita-cita menjadi guru. “Kami menyadari bahwa menjadi guru bukan pekerjaan yang mudah, tetapi ini adalah jalan pengabdian yang mulia. Semoga kegiatan ini menjadi bekal dan pendorong semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ucap Sri Wahyuni.

Seminar kemudian memasuki sesi inti yang dimoderatori oleh Nur Hidayati, M.Pd., selaku Wakil Dekan III FTK UIMSYA. Pada sesi pertama, Suluh Kurniawan, S.Pd., MM., selaku Kepala Seksi Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan materi mengenai tantangan pendidikan di era digital dan bagaimana calon guru perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi pendidikan dan pendekatan pembelajaran yang inovatif agar guru tidak tertinggal dari perkembangan zaman. “Guru masa depan adalah mereka yang mampu menjadi fasilitator pembelajaran, bukan hanya penyampai informasi,” ujarnya.

Sesi kedua diisi oleh Ashkab, S.Ag., M.Pd.I., yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Kapokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Dalam paparannya, Ashkab menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai keislaman dalam pendidikan. Ia menekankan bahwa guru tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi. “Jika ingin mencetak generasi unggul, maka mulailah dari para gurunya. Guru harus bisa menjadi contoh dalam ketekunan, kejujuran, dan ketakwaan,” tegasnya. Ia juga mendorong calon guru untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama sebagai fondasi utama dalam mendidik generasi masa depan.

Kegiatan seminar ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para mahasiswa dan siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Dengan semangat dan suasana yang penuh inspirasi, seminar ini menjadi ruang refleksi bagi para calon guru untuk memahami kembali esensi profesi keguruan. UIMSYA, melalui Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, membuktikan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan. Seminar ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional.(zul)

