Dobrak Ekonomi Desa! Dosen Pascasarjana UIMSYA Blokagung Dipercaya Kemenkop RI Bimbing Puluhan Calon Pemimpin KDKMP 2026

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Banyuwangi – Bentuk nyata dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian kepada masyarakat, kembali dibuktikan oleh sivitas akademika Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi. Salah satu dosen terbaik dari Program Pascasarjana Uimsya, Dr. Lely Ana, resmi dipercaya oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) untuk mengawal program strategis nasional. Beliau terpilih menjadi fasilitator dalam agenda Pelatihan dan Sertifikasi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2026 yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Program besar ini digagas langsung di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah konkret untuk memperkuat benteng perekonomian nasional dari akar rumput. Keterlibatan Dr. Lely Ana dalam agenda berskala nasional ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari rekam jejaknya yang solid di bidang kewirausahaan, tata kelola organisasi, serta komitmennya yang kuat dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Terpilihnya akademisi Uimsya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi berbasis pesantren di kancah nasional. Untuk dapat mengemban amanah besar tersebut, Dr. Lely Ana harus melewati proses penyaringan yang sangat ketat. Tahapan seleksi melingkupi screening administrasi, uji kognitif, hingga validasi kompetensi manajerial guna memastikan fasilitator yang terpilih memiliki integritas dan kapabilitas tinggi. Berkat kualifikasi unggul yang dimilikinya, beliau berhasil melenggang dan menerima surat penugasan langsung dari Pimpinan Kemenkop RI untuk membimbing para calon pimpinan koperasi desa.

Rangkaian diklat intensif ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua pekan, dimulai pada 17 hingga 27 Juli 2026, dan akan ditutup secara resmi pada 31 Juli 2026 mendatang. Mengingat cakupannya yang sangat luas, kegiatan pelatihan disebar di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas yang tersebar di seluruh Indonesia. Uniknya, beberapa pusat pelatihan ditempatkan di institusi kedinasan militer guna menggembleng fisik, mentalitas kepemimpinan, serta kedisiplinan para peserta. Secara total, sebanyak 29.830 peserta yang merupakan bagian dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memadati ruang-ruang kelas di berbagai penjuru tanah air. Puluhan ribu talenta muda berpendidikan tinggi ini digembleng secara intensif untuk menduduki posisi strategis sebagai Manajer KDKMP. Kehadiran para sarjana ini diharapkan menjadi modal utama dalam mentransformasi manajemen koperasi desa menjadi lebih profesional dan modern.

Selama masa pelatihan, para peserta ditempa dengan kurikulum pembelajaran yang sangat padat, mencakup 90 jam pelajaran yang terbagi ke dalam 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi. Materi pelatihan terbagi menjadi dua aspek utama, yaitu kompetensi teknis seperti manajemen keuangan, digitalisasi usaha, dan analisis potensi desa, serta pengembangan soft skills yang mencakup kepemimpinan visioner (Visionary Leadership Framework), komunikasi efektif, dan pemanfaatan Talent DNA untuk menguatkan integritas lapangan.

Tujuan utama dari diselenggarakannya program ini adalah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola koperasi yang akuntabel, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berjiwa wirausaha. Melalui pembekalan yang matang, para calon manajer diharapkan mampu memiliki fondasi bisnis yang kuat untuk memotong rantai pasok yang selama ini tidak efisien di tingkat desa. Manfaat nyata dari hadirnya KDKMP ini diproyeksikan langsung menyentuh masyarakat bawah. Para manajer terlatih nantinya akan bertugas memastikan distribusi barang bersubsidi dan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, sekaligus membuka akses permodalan yang lebih inklusif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan.

Ditemui di sela-sela kesibukannya mengajar calon manajer KDKMP di Marinir Malang dan Sidoarjo, Dr. Lely Ana menyampaikan kesan mendalamnya selama memfasilitasi para peserta. “Melihat antusiasme dan semangat membara dari puluhan anak muda peserta SPPI ini memberikan optimisme baru bagi masa depan ekonomi Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga ditempa kedisiplinannya agar memiliki mental baja saat terjun langsung mendampingi masyarakat desa,” ungkap Dr. Lely Ana.

Beliau juga menitipkan pesan penting bagi para calon manajer KDKMP dan seluruh akademisi Uimsya. “Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya menjadi papan nama atau lembaga formalitas semata, melainkan harus hadir sebagai pilar tangguh ekonomi kerakyatan. Saya berharap para lulusan pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan yang jujur, inovatif, dan konsisten menyejahterakan warga desa. Bagi Uimsya, ini adalah bukti bahwa karya dan ilmu dari kampus kita mampu memberi dampak langsung bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. Keikutsertaan dosen Uimsya Blokagung dalam agenda strategis nasional ini makin menegaskan posisi kampus dalam mendukung program-program pemerintah. Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah pusat ini terus terjalin erat demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.