Banyuwangi – Tim dosen Universitas KH Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi (UIMSYA) berkolaborasi dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pesanggaran melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Dakwah Transformatif di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Dusun Sukamade merupakan salah satu wilayah yang dikenal memiliki akses transportasi yang cukup menantang. Kondisi geografis yang berada di kawasan selatan Banyuwangi menjadikan masyarakat setempat membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan, maupun pemberdayaan sosial. Melalui kolaborasi ini, UIMSYA dan MWC NU Pesanggaran berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Maskur,S.Sos.I,MH. Ketua tim pengabdian Dosen fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam Uimsya Blokagung menjelaskan bahwa dakwah transformatif merupakan pendekatan dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang positif melalui pemberdayaan masyarakat. Dakwah dipahami sebagai proses membangun kesadaran, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat semangat gotong royong untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan keagamaan, penguatan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, pembinaan generasi muda, pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), santunan kaum duafa, diskusi bersama tokoh masyarakat, serta penyusunan program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga. Selain itu, tim pengabdian juga melakukan pemetaan potensi lokal sebagai dasar penyusunan program pendampingan jangka panjang.
Herwanto, S.Pd. Ketua Tanfidziyah MWC Pesanggaran menjelaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat, menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Sebagai organisasi keagamaan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa, MWC NU berperan sebagai mitra strategis dalam menjembatani komunikasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Syafi Junaidi Dosen UIMSYA Blokagung juga menjelaskan terkait program kegaiatan Kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui aksi nyata. Salah satu bentuk kepedulian terhadap ekosistem pesisir adalah kegiatan pelepasan anak penyu (tukik) ke habitat alaminya. Program sosial ini menjadi upaya untuk mendukung pelestarian penyu yang merupakan satwa dilindungi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Antusiasme masyarakat Dusun Sukamade terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam setiap sesi kegiatan. Tokoh agama, perangkat desa, pengurus masjid, guru TPQ, pemuda, hingga ibu-ibu majelis taklim turut hadir dan memberikan berbagai masukan mengenai kebutuhan masyarakat. Dialog yang berlangsung secara terbuka menjadi ruang untuk menyusun solusi bersama atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang dihadapi masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, tim dosen UIMSYA menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan kehidupan.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara UIMSYA dan MWC NU Pesanggaran dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, berdaya saing, serta mampu mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif hingga menjangkau daerah-daerah terpencil di Kabupaten Banyuwangi.



