BANYUWANGI – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam pengabdian masyarakat. Berkolaborasi dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Banyuwangi, Prodi BKI sukses menggelar program RMI Sapa Santri di Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Muncar, pada Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini dirancang khusus sebagai ruang edukasi dan pendampingan agar para santri dapat menjaga kesehatan mental serta mengelola kehidupan akademik dan pesantren secara seimbang (psychological well-being). Sinergi kuat dalam program ini tidak lepas dari peran strategis para pimpinan UIMSYA yang juga aktif di kepengurusan PCNU Banyuwangi. Rektor UIMSYA, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.E.I., bertindak langsung sebagai Ketua RMI PCNU Banyuwangi, didampingi dukungan penuh dari Agus Baihaqi, S.Ag., M.I.Kom., selaku Dekan FDKI UIMSYA sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Kehadiran para pimpinan ini memperkokoh kolaborasi antarlembaga demi menghadirkan dampak positif bagi masyarakat pesantren. Selain sesi edukasi, momen ini juga dimanfaatkan perwakilan UIMSYA untuk mengenalkan lingkungan akademik dan peluang studi lanjut kepada para santri.
Sebagai inti acara, tim dosen BKI UIMSYA membagikan materi praktis yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan santri sehari-hari. Sesi pertama dibuka oleh Ketua Program Studi BKI, Nurin Baroroh, M.Psi., Psikolog, yang mengajak para santri mengenali dan mengelola emosi seperti rindu keluarga, rasa lelah, maupun kesulitan adaptasi. Santri dimotivasi untuk tidak memendam masalah seorang diri, melainkan berani terbuka dan mencari dukungan dari pengurus, guru, atau teman sebaya agar proses belajar tetap berjalan optimal.
Materi pendampingan berlanjut dengan bahasan Psychological First Aid (PFA) dan praktik mindfulness. Halimatus Sa’diah, S.Psi., M.A. (Wakil Dekan I UIMSYA & Anggota LKNU) membekali santri keterampilan PFA agar mampu menjadi pendengar yang empati dan saling mendukung saat teman mengalami tekanan. Sementara itu, Coach Ahmad Syamsul Muarif, S.Sos., M.A., CH., CMH. (Sekretaris LPM UIMSYA & Anggota LKNU) melatih teknik mindfulness lewat latihan pernapasan dan pemusatan perhatian, membantu santri lebih fokus belajar serta mengendalikan stres secara sehat.
Melalui pelaksanaan program RMI Sapa Santri ini, Prodi BKI UIMSYA menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Ke depan, sinergi antara kampus, pesantren, dan lembaga-lembaga Nahdlatul Ulama ini diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak pesantren di Kabupaten Banyuwangi. Harapan besarnya adalah mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara keagamaan dan akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, karakter yang kuat, serta kesejahteraan psikologis yang baik.



