Sinergi Kampus dan Pesantren : UIMSYA Terjunkan Akademisi Sukseskan Program ‘Sapa Santri’ RMI PCNU Banyuwangi

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

BANYUWANGI — Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam pengabdian masyarakat melalui keikutsertaan dalam Program Sapa Santri yang diselenggarakan oleh RMI PCNU Banyuwangi pada Senin (20/7/2026) di Masjid PP Minhajut Thullab. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh para santri serta dihadiri jajaran pimpinan LKNU Banyuwangi, seperti dr. Sabit Purnomo dan Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH. Kehadiran UIMSYA memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, PCNU, dan pesantren, terlebih Rektor UIMSYA, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.E.I., juga menjabat sebagai Ketua RMI PCNU Banyuwangi, dengan dukungan penuh dari Dekan FDKI UIMSYA sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Agus Baihaqi, S.Ag., M.I.Kom.

Berfokus pada pengembangan pendidikan, kesehatan mental, dan kesejahteraan psikologis santri, kegiatan ini menghadirkan tim pakar dan akademisi dari UIMSYA. Sesi pertama dibuka oleh Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si. (Kaprodi Magister Ekonomi Syariah UIMSYA & Sekretaris LKKNU) yang membekali santri tentang bimbingan usia sekolah, motivasi belajar, kedisiplinan mengatur waktu, serta pentingnya memanfaatkan masa pesantren untuk membentuk karakter dan mengoptimalkan potensi diri.

Materi kedua disampaikan oleh Nurin Baroroh, M.Psi., Psikolog (Kaprodi Bimbingan dan Konseling Islam UIMSYA) mengenai pengelolaan emosi agar santri merasa nyaman belajar di pesantren. Ia menekankan bahwa perasaan rindu rumah, lelah, maupun stres adaptasi adalah hal yang wajar dirasakan, sehingga santri diajak untuk mengenali serta mengelola emosi tersebut dengan tepat, termasuk berani bercerita kepada pengurus, ustaz, atau pihak terpercaya ketimbang memendamnya sendiri.

Selanjutnya, Halimatus Sa’diah, S.Psi., M.A. (WD I UIMSYA & Anggota LKNU) menyampaikan materi Psychological First Aid untuk membekali santri cara menjadi pendengar yang baik dan memberikan pertolongan pertama emosional kepada teman yang tertekan. Rangkaian pembekalan ditutup oleh Coach Ahmad Syamsul Muarif, S.Sos., M.A., dkk. (Sekretaris LPM UIMSYA & Anggota LKNU) yang melatih santri teknik mindfulness dan latihan pernapasan sederhana guna meningkatkan konsentrasi belajar, meredakan kecemasan, serta menjaga ketenangan diri.

Melalui kolaborasi strategis antara UIMSYA, RMI PCNU, LKKNU, dan LKNU Banyuwangi ini, ilmu pengetahuan akademis diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat pesantren. UIMSYA berharap Program Sapa Santri dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan ke berbagai pesantren di Banyuwangi demi melahirkan generasi santri yang sehat secara fisik dan mental, cerdas, tangguh, serta berakhlakul karimah.