Delegasi S2 Ekonomi Syariah UIMSYA Bedah Masa Depan Keuangan Digital di iBAF 2026 USIM

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Malaysia – Langkah nyata dalam mengukuhkan eksistensi institusi pendidikan berbasis pesantren di kancah global kembali diukir oleh Program Pascasarjana Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Sebanyak 8 mahasiswa Program Magister (S2) Ekonomi Syariah menorehkan prestasi akademis bergengsi dengan berpartisipasi aktif dalam ajang The 12th Islamic Banking, Accounting and Finance International Conference (iBAF 2026) pada Rabu, (9/9/2026). Perhelatan ilmiah tingkat dunia ini diselenggarakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan berlangsung megah di Hotel Bintang 5 Mövenpick Kompleks TH Sepang, Selangor, Malaysia.

Konferensi internasional edisi ke-12 ini mengusung tema yang amat krusial bagi masa depan industri keuangan global, yakni “Future-Ready Islamic Accounting, Banking and Finance: Integrating Artificial Intelligence, Sustainability and Governance”. Forum bergengsi ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, serta praktisi keuangan syariah dari berbagai belahan negara untuk mendiskusikan integrasi kecerdasan buatan (AI), prinsip keberlanjutan, dan tata kelola yang baik dalam ekosistem keuangan Islam modern.

Kehadiran delegasi UIMSYA Blokagung Banyuwangi didampingi langsung oleh pimpinan teras Pascasarjana, yaitu Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. selaku Direktur Pascasarjana dan Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. selaku Dosen Pascasarjana. Kehadiran para pendamping ini menjadi bukti komitmen kuat pimpinan universitas dalam mengawal serta mendorong para mahasiswa agar mampu tampil percaya diri dan berdaya saing tinggi di forum-forum akademis internasional.

Suasana megah Mövenpick Kompleks TH Sepang yang berlokasi strategis di dekat kawasan KLIA memberikan panggung yang begitu ideal bagi para delegasi. Delapan mahasiswa Magister Ekonomi Syariah UIMSYA tidak hanya hadir sebagai pendengar, melainkan turut memaparkan gagasan serta hasil riset mereka terkait adaptasi keuangan syariah terhadap perkembangan teknologi digital dan isu lingkungan global.

Selama berlangsungnya konferensi, para delegasi UIMSYA terlibat aktif dalam berbagai sesi paralel dan diskusi panel. Pembahasan mengenai implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam pencatatan akuntansi syariah serta efisiensi perbankan Islam menjadi topik hangat yang berhasil menyedot perhatian para peserta dari berbagai belahan dunia.

Keberhasilan para mahasiswa S2 Ekonomi Syariah ini disambut dengan rasa bangga oleh jajaran pendamping. Direktur Pascasarjana UIMSYA, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan pesan mendalam bahwa partisipasi di iBAF 2026 merupakan bukti bahwa nilai-nilai keilmuan pesantren sangat adaptif terhadap arus modernisasi. Beliau menambahkan bahwa pengalaman internasional ini dirancang untuk membakar semangat mahasiswa agar terus melahirkan karya ilmiah berdampak luas.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. memberikan apresiasi atas keberanian dan kesiapan mental para mahasiswa di atas panggung dunia. Beliau menilai bahwa kemampuan para mahasiswa dalam menyelaraskan isu tata kelola syariah dengan kecerdasan buatan merupakan sinyal positif bahwa akademisi dari pesantren siap menjadi pemain utama dalam industri keuangan syariah masa depan.

Kesan tak terlupakan juga terpancar dari raut wajah para peserta. Salah satu perwakilan mahasiswa S2 Ekonomi Syariah UIMSYA mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa berdiri di mimbar yang sama dengan para pakar dunia di hotel berbintang lima tersebut. Pengalaman mempresentasikan gagasan di hadapan peneliti internasional memberi dorongan motivasi yang luar biasa untuk terus mengabdi dan mengembangkan ekonomi Islam di Indonesia.

Melalui keikutsertaan dalam iBAF 2026 di USIM Malaysia ini, UIMSYA Blokagung Banyuwangi kembali membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi global. Sinergi antara keilmuan syariah murni dan teknologi masa depan yang ditunjukkan oleh 8 mahasiswa ini menegaskan posisi UIMSYA sebagai kampus pesantren yang siap mencetak SDM unggul, relevan, dan mendunia.