BANYUWANGI – Universitas KH. Muktar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi terus memperluas jejaring kolaborasi untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan pengabdian masyarakat. Tepat pada Rabu, (13/5/2026), bertempat di Ruang Pertemuan Kampus 2 UIMSYA, telah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak UIMSYA dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran rektorat, dekanat, serta pimpinan BAZNAS, yang menandai babak baru dalam integrasi pengelolaan zakat di lingkungan akademisi.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang membangkitkan semangat nasionalisme seluruh peserta. dilanjutkan penandatanganan naskah MoU dilakukan secara langsung oleh Rektor UIMSYA dan Ketua BAZNAS Banyuwangi. Tak hanya sekadar seremonial kerja sama, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Tim Gerakan Aku Suka Zakat, Infak, dan Sedekah (GASZIS). Penyerahan SK tersebut dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, M.AP., sebagai legitimasi bagi tim internal kampus dalam mengelola dan mensosialisasikan pentingnya literasi zakat bagi seluruh civitas akademika.

Dalam sambutannya, Rektor UIMSYA, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.E.I., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat berbasis nilai religius. Beliau menekankan bahwa kehadiran program GASZIS di lingkungan kampus diharapkan mampu menumbuhkan karakter kepedulian sosial bagi mahasiswa dan dosen. “UIMSYA tidak hanya mencetak intelektual yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki kepekaan sosial tinggi melalui pembiasaan zakat dan sedekah yang terorganisir dengan baik,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Munib tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, M.AP., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif UIMSYA dalam membentuk tim GASZIS. Beliau memaparkan bahwa potensi zakat di lingkungan pendidikan sangat besar jika dikelola secara profesional dan transparan. Melalui sinergi ini, BAZNAS berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan penyaluran program-program bantuan yang tepat sasaran, termasuk potensi beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Blambangan.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu dosen senior UIMSYA, Munawir, M.Ag. Suasana penuh keberkahan menyelimuti ruangan saat doa dipanjatkan, memohon agar kesepakatan yang telah ditandatangani dapat memberikan manfaat luas bagi umat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat. Dengan resminya kerja sama ini, UIMSYA Banyuwangi dan BAZNAS berharap program GASZIS dapat segera berjalan efektif dan menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan lain dalam hal pengelolaan filantropi Islam yang modern dan akuntabel di wilayah Jawa Timur. (zul)

