Sinergi KKG MI Tegalsari dan UIMSYA Banyuwangi Hadirkan Inovasi Bahan Ajar Aswaja Berbasis Deep Learning dan Ekoteologi

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Tegalsari — Upaya peningkatan kualitas pendidikan madrasah terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyyah (KKG MI) Kecamatan Tegalsari dan Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Sinergi tersebut diwujudkan dalam kegiatan workshop bertajuk “Pengembangan Bahan Ajar Aswaja (Ke-NU-an) Berbasis Deep Learning, Ekoteologi, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)” yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu hingga Senin, (11–13/4/ 2026), bertempat di Auditorium MI Miftahul Hidayah Tegalsari.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran keagamaan yang lebih kontekstual, humanis, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Ketua KKG MI Kecamatan Tegalsari, Ahmad Syaekhoni, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini lahir dari kebutuhan mendesak akan inovasi metode pembelajaran di madrasah.

Sambutan dan pembukaan acara oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kab. Banyuwangi, Fatkhur Razi, Sa.Ag. M.Pd.I

“Tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk lebih kreatif dan adaptif. Melalui pendekatan Deep Learning, Ekoteologi, serta Kurikulum Berbasis Cinta, kami berharap pembelajaran Aswaja tidak lagi kaku, melainkan mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap agama, sesama, dan lingkungan,” ujarnya.

Inisiatif progresif ini juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi, Fatkhur Razi, S.Ag., M.Pd.I., yang hadir membuka acara secara resmi, menilai bahwa kolaborasi tersebut selaras dengan visi pengembangan madrasah yang unggul dan berkarakter.

“Integrasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dengan pendekatan ekoteologi dan deep learning merupakan terobosan luar biasa di tingkat Madrasah Ibtidaiyyah. Ditambah dengan Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan. Kami optimistis kegiatan ini dapat melahirkan produk bahan ajar yang menjadi rujukan bagi madrasah lainnya,” tegasnya.

Pemaparan materi workshop bahan ajar oleh narasumber utama, Nurkafidz Nizam Fahmi, S.Pd., M.H., dosen UIMSYA Banyuwangi

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan penguatan materi dari narasumber utama, Nurkafidz Nizam Fahmi, S.Pd., M.H., dosen UIMSYA. Dalam paparannya, ia menguraikan strategi penyusunan bahan ajar yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, spiritual, ekologis, dan emosional, sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar serta aplikatif dalam praktik pembelajaran di kelas.

Workshop ini diikuti secara antusias oleh para pemangku kepentingan pendidikan madrasah di Kecamatan Tegalsari, mulai dari pengawas madrasah, kepala madrasah, hingga dewan guru MI se-Kecamatan Tegalsari. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai keislaman yang inklusif dan berkelanjutan.

Praktik penyusunan Bahan Ajar Mata Pelajaran ASWAJA

Melalui kolaborasi ini, KKG MI Tegalsari dan UIMSYA berharap mampu menghasilkan produk nyata berupa modul atau Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang inovatif dan implementatif. Produk tersebut diharapkan segera diterapkan di ruang-ruang kelas, guna menghadirkan wajah baru pendidikan madrasah yang lebih progresif, ramah anak, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. (Nizam)