Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi kembali menegaskan kiprahnya di level internasional dengan menjadi tuan rumah The 5th International Conferences on Humanity, Education, and Society (ICHES) 2026. Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FORPIM-PTKIS) Tapal Kuda Jawa Timur ini berlangsung selama dua hari, (9–10/2/2026), bertempat di Kampus 2 UIMSYA Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti oleh 17 perguruan tinggi keagamaan Islam swasta se-Tapal Kuda, serta menghadirkan akademisi dan mitra dari luar negeri, sehingga menjadi ajang strategis dalam penguatan jejaring akademik lintas institusi dan negara.

Pelaksanaan hari pertama ICHES 2026 diawali dengan Opening Ceremony yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Acara dibuka dengan opening speech oleh Ketua FORPIM-PTKIS Tapal Kuda, Dr. Kholilir Rohman, M.Pd.i., yang menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam merespons tantangan global di bidang kemanusiaan, pendidikan, dan masyarakat. Menurutnya, forum konferensi internasional seperti ICHES menjadi ruang strategis bagi civitas akademika untuk berbagi gagasan, hasil riset, serta praktik terbaik yang relevan dengan kebutuhan zaman dan konteks keislaman.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Rektor UIMSYA Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.E.I., yang hadir secara daring melalui Zoom karena masih menjalankan tugas di luar kota. Dalam sambutannya, Rektor UIMSYA menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada UIMSYA sebagai tuan rumah ICHES 2026. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan konferensi internasional ini sejalan dengan visi UIMSYA “Menjadi Perguruan Tinggi Pesantren yang Unggul dan Kompetitif di Tingkat Asia Tenggara Tahun 2044”. Kampus ini berfokus pada pengembangan ilmu multidisiplin, integrasi nilai pesantren Ahlussunnah Wal Jamaah, serta mencetak lulusan berakhlakul karimah.
Rangkaian Opening Ceremony kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Dr. Hanim Misbah dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam paparannya, Dr. Hanim Misbah mengulas berbagai isu kontemporer terkait penguatan pendidikan humanistik, peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat, serta pentingnya kolaborasi riset lintas negara. Kehadiran keynote speaker dari luar negeri ini menegaskan dimensi internasional ICHES 2026 sekaligus memperkaya perspektif akademik para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang disiplin ilmu.

Secara substansial, ICHES 2026 menjadi forum akademik strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi dalam dan luar negeri untuk mendiskusikan isu-isu aktual di bidang kemanusiaan, pendidikan, dan masyarakat. Melalui presentasi artikel ilmiah, diskusi panel, serta sesi jejaring akademik, konferensi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan inovatif, penguatan budaya riset, serta publikasi ilmiah bereputasi. Bagi UIMSYA, keterlibatan sebagai tuan rumah juga menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring institusional dan meningkatkan visibilitas kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian ICHES 2026 adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara sejumlah perguruan tinggi yang hadir dalam kegiatan ini dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan program bersama, pertukaran akademik, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah di tingkat global.

Selain agenda akademik, rangkaian ICHES 2026 juga diwarnai dengan penyerahan cendera mata dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) kepada perguruan yang menjadi tinggi co-host, sebagai simbol apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan. Penyerahan cendera mata tersebut diberikan kepada Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Universitas Annuqayah, Universitas Islam Tribakti Lirboyo, IAI At-Taqwa Bondowoso, Universitas Al-Falah Assuniyyah Kencong Jember, UNIIB Banyuwangi, STAI Cendekia Insani, serta Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah. Momentum ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi internasional yang berkelanjutan, sekaligus mempererat kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi di tingkat nasional dan global.(zul)


