Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing global melalui berbagai langkah strategis yang konkret. Pada kunjungan kerja terbaru, delegasi UIMSYA melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada Kamis, 22 Januari 2026 guna menggali praktik terbaik dalam pengelolaan mutu akademik dan penguatan lembaga secara menyeluruh. Rombongan yang membawa misi besar ini tiba di kampus UINSA tepat pukul 08.30 WIB dan langsung disambut dengan hangat oleh Sekretaris Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UINSA, Ahmad Yusuf, M.Kom., di lobi lantai 1 Gedung Twin Towers yang menjadi simbol kemajuan akademik.
Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor 3 UIMSYA, Abdi Fauji Hadiono, MH., M.Sos., yang didampingi oleh jajaran pimpinan pascasarjana dan lembaga penjamin mutu. Turut hadir dalam rombongan tersebut antara lain Direktur Pascasarjana UIMSYA, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., Ketua LPM, Syafi’ Junadi, M.Pd., serta para Ketua Program Studi S2 seperti Dr. Nur Anim Jauhariyah (Ekonomi Syariah), Dr. Muhammad Bisri Ihwan (Pendidikan Bahasa Arab), dan Dr. Sofi Faiqotul Hikmah (Studi Islam), serta staf Muhammad Ainul Yaqin. Kehadiran para pengambil kebijakan ini menegaskan bahwa UIMSYA sangat serius dalam melakukan pembenahan kurikulum dan tata kelola administrasi berbasis standar nasional maupun internasional demi meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten di masa depan.

Acara dibuka secara resmi di lantai 7 kantor LPM UINSA oleh sang Ketua, Dr. Ali Mustofa, M.Pd., yang memberikan orasi inspiratif mengenai filosofi penjaminan mutu. Dalam pesannya, beliau menekankan dengan sangat tegas bahwa Lembaga Penjamin Mutu (LPM) adalah “jiwa” dari sebuah universitas yang menentukan hidup atau matinya standar akademik sebuah institusi. Oleh karena itu, LPM harus diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki potensi intelektual, tetapi juga harus memiliki karakter yang tegas, berani mengambil keputusan sulit, serta rela bekerja out of the box. Tanpa keberanian untuk mendobrak kebiasaan lama dan bekerja melampaui standar kerja biasa, peningkatan mutu kampus hanyalah menjadi angan-angan yang sulit untuk direalisasikan.
Melengkapi perspektif pengembangan tersebut, Ahmad Fauzi, M.Pd., selaku Koordinator Pusat Integrasi Keilmuan UINSA, memberikan paparan mengenai urgensi menggali potensi unik setiap kampus untuk membangun fondasi integrasi keilmuan yang kuat. Beliau menekankan bahwa setiap institusi di bawah naungan pesantren seperti UIMSYA memiliki kekhasan yang harus diangkat sebagai identitas akademik, sehingga integrasi antara ilmu agama dan sains bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi ruh yang membedakan kualitas lulusannya. Di sisi lain, Ahmad Lubab, M.Si., mengingatkan pentingnya mempersiapkan instrumen akreditasi sejak dini. Beliau menjelaskan bahwa budaya mutu harus dibangun setiap hari melalui sistem data yang terintegrasi agar saat masa akreditasi tiba, kampus sudah memiliki amunisi yang lengkap dan valid.
Diskusi intensif ini berlangsung selama empat jam penuh, dimulai dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dengan fokus utama pada strategi peningkatan mutu SDM dan kelembagaan. Para peserta dari UIMSYA tampak antusias menggali rahasia sukses UINSA dalam memetakan indikator kinerja utama dan digitalisasi sistem penjaminan mutu yang terpadu. Materi yang dibahas mencakup sinkronisasi data antara program studi dan universitas agar selaras dengan kriteria penilaian terbaru dari lembaga akreditasi. Diskusi ini memberikan gambaran jernih bagi UIMSYA untuk menyusun peta jalan (roadmap) menuju pengakuan internasional yang kini menjadi target utama bagi universitas yang ingin terus relevan di era disrupsi pendidikan tinggi yang kian kompetitif.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor 3 UIMSYA, Abdi Fauji Hadiono, MH., M.Sos., menyampaikan kesan mendalam atas keterbukaan informasi dan motivasi yang diberikan oleh pihak UINSA selama kunjungan berlangsung. Ia menyatakan bahwa UINSA adalah rujukan utama dalam pengembangan mutu akademik bagi perguruan tinggi Islam di Jawa Timur dan benchmarking ini bertujuan memangkas jarak antara potensi UIMSYA dengan standar kualitas mapan. Pesan beliau kepada seluruh rombongan adalah agar seluruh pengetahuan teknis dan mentalitas “berani” yang ditekankan oleh Dr. Ali Mustofa segera ditransformasikan menjadi aksi nyata. Beliau berharap kunjungan ini menjadi titik balik bagi UIMSYA untuk menjadi kampus pesantren yang unggul secara spiritual sekaligus administratif.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pascasarjana UIMSYA, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., mengungkapkan rasa motivasi yang tinggi setelah mendengarkan paparan komprehensif dari jajaran koordinator pusat LPM UINSA. Beliau mengaku sangat termotivasi untuk segera mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang lebih dinamis dan inklusif di lingkungan pascasarjana, terutama dalam memperkuat tata kelola riset mahasiswa. Beliau berjanji bahwa hasil dari benchmarking ini akan menjadi bahan evaluasi total bagi program studi S2 di UIMSYA agar lebih siap menghadapi tantangan akreditasi internasional. Semangat transformasi yang dibawa dari Surabaya ini diharapkan mampu menggerakkan seluruh dosen dan staf untuk bekerja dengan dedikasi yang lebih tinggi dan inovatif.
Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama sebagai simbol eratnya sinergi antara Universitas KH. Mukhtar Syafaat dan UIN Sunan Ampel Surabaya di tengah semangat kolaborasi serta kesepakatan perjanjian kerjasana dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Melalui kegiatan yang produktif ini, UIMSYA kini membawa pulang strategi konkret serta mentalitas kerja baru untuk melakukan lompatan besar dalam sejarah perkembangan kampus di Banyuwangi. Dengan semangat kolaborasi yang telah terjalin, UIMSYA optimis bahwa target mencapai akreditasi unggul bukanlah sekadar impian, melainkan tujuan nyata yang akan dicapai melalui keberanian untuk berubah. Sinergi ini membuktikan bahwa penguatan LPM sebagai jantung universitas adalah langkah awal yang mutlak dalam memajukan peradaban pendidikan Islam di Indonesia.


