*BLOKAGUNG* -(Sabtu, 25/01/2025), Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menjadi tuan rumah dalam kegiatan “Enhancing Academic Excellence through Cross-Cultural and Interdisciplinary Dialogues”. Acara yang digelar di Auditorium Kampus 2 Uimsya Blokagung itu, menghadirkan narasumber Dr Olga Cam dari University of Sheiffield, UK, dan Eva Andriani SPd, MSc.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu, diikuti sejumlah dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan tujuan memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu serta budaya dengan harapan dapat meningkatkan mutu akademik di lingkungan kampus.

Rektor UIMSYA, Dr. KH. Ahmad Munib LC,.M.Ei dalam sambutanya menyampaikan pesan hangat kepada seluruh peserta. “Selamat datang di UIMSYA Blokagung, kita disini bersama untuk menimba ilmu dan bersilaturahmi, saling mengambil nilai kebaikan dari kelompok, budaya, negara, serta komunitas yang lain.” Pesan ini mencerminkan semangat inklusivitas dan kolaborasi antarbangsa yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang dosen UIMSYA, . Doa ini bertujuan agar acara berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta kerja sama antar perguruan tinggi. Para peserta kemudian berfoto bersama, termasuk rektor UIMSYA, narasumber, dan seluruh peserta forum komunikasi dosen peneliti (FKDP), yang menandai kebersamaan dalam upaya untuk meningkatkan akademik melalui dialog antarbudaya dan lintas disiplin ilmu. Momen foto bersama ini juga menjadi simbol keberagaman yang dipersatukan oleh tujuan bersama: meraih kemajuan dalam bidang pendidikan.
Narasumber utama yang hadir dalam forum ini adalah Dr. Olga Cam, seorang dosen dari University of Sheffield, UK, dan Eva Andriani, S.Pd., M.Sc., Dr. Olga Cam dalam presentasinya menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih terbuka, inovatif, dan berdaya saing global. Beliau menyatakan bahwa perbedaan budaya, latar belakang, dan perspektif dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan solusi yang lebih kreatif dalam penelitian dan pengembangan pendidikan. “Pembelajaran antar budaya memberikan pandangan yang lebih luas dan memungkinkan kita untuk mengembangkan pengetahuan dengan cara yang lebih inklusif,” ujar Dr. Olga dengan penuh antusias.

Sementara itu, Eva Andriani mengungkapkan pengalaman pribadi dalam menjalani pendidikan di luar negeri dan bagaimana interaksi antarbudaya memainkan peran penting dalam perjalanan akademiknya. Eva menyarankan agar para mahasiswa dan dosen di Indonesia dapat lebih aktif dalam membuka diri terhadap pertukaran pengetahuan lintas budaya, agar mereka tidak hanya terbatas pada pengetahuan lokal, tetapi juga dapat mengapresiasi dan menyerap berbagai metode serta pendekatan yang dikembangkan di negara-negara lain. “Kolaborasi antarbudaya membuka peluang besar bagi inovasi dalam riset dan pengajaran,” ujar Eva, mengakhiri presentasinya dengan mengajak seluruh peserta untuk berani mengembangkan perspektif global.
Forum ini tidak hanya dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa dari UIMSYA, tetapi juga oleh mahasiswa dari Akademi Komunitas Darussalam dan Ma’had Aly Darussalam, serta peserta FKDP dari 36 perguruan tinggi lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberagaman peserta ini menjadi cermin nyata dari pentingnya dialog antara kelompok yang berbeda, yang bisa membawa dampak positif terhadap pengembangan pendidikan. Dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah presentasi, para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pemikiran dan pengalaman mengenai bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan melalui pendekatan lintas budaya dan interdisipliner.
Secara keseluruhan, acara ini menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui keterbukaan terhadap dialog antarbudaya dan interdisipliner. Hal ini juga mencerminkan komitmen UIMSYA untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan di dalam dan luar negeri. Dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi, acara ini diharapkan dapat mendorong terciptanya inovasi dan kolaborasi yang lebih baik dalam dunia pendidikan, serta membekali para peserta dengan wawasan yang lebih luas untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

