Blokagung, Banyuwangi – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024, Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi mengadakan acara khataman Al-Qur’an pada Selasa (22/10/2024) yang diikuti oleh hampir 2000 mahasiswa dan dosen. Acara yang berlangsung di mushola, ruang kelas, dan ruang dosen ini bertujuan untuk memperkuat ikatan spiritual dan meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an di kalangan civitas akademika UIMSYA.

Khataman Al-Qur’an ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, diawali dengan pembacaan Al-Qur’an yang dipimpin oleh mahasiswa dan dosen yang Tahfidz. Dalam sambutannya, Rektor UIMSYA Blokagung Banyuwangi Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at LC,.M.Ei menyampaikan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat santri yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan keagamaan. “Hari Santri Nasional adalah momentum untuk kita semua, khususnya mahasiswa dan dosen, untuk merenungkan kembali peran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya diisi dengan khataman, tetapi juga diwarnai dengan berbagai kegiatan lain, seperti diskusi dan ceramah yang membahas peran santri dalam memperkuat bangsa. Salah satu narasumber, seorang dosen UIMSYA, menjelaskan tentang kontribusi santri dalam sejarah Indonesia. Ia menekankan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Sebagai generasi penerus, mahasiswa harus bisa mengambil inspirasi dari perjuangan para santri dalam mempertahankan nilai-nilai agama dan kebangsaan,” tuturnya.

Menutup rangkaian acara, Rektor UIMSYA kembali menegaskan komitmen universitas untuk terus memfasilitasi kegiatan keagamaan yang dapat mendukung pengembangan karakter mahasiswa. Ia berharap, melalui kegiatan seperti khataman Al-Qur’an, para mahasiswa tidak hanya menjadi cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan cinta terhadap Al-Qur’an. “Kami ingin mahasiswa UIMSYA menjadi santri yang tidak hanya paham ilmu pengetahuan, tetapi juga berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” pungkasnya. Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu dosen, memohon agar segala amal baik diterima dan umat Islam selalu dalam lindungan Allah SWT. (zul)

