Pembinaan Dosen UIMSYA dalam Rangka Survey Kelayakan Mitra Calon Penerima Beasiswa

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 

Blokagung , Banyuwangi – Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menggelar acara pembinaan dosen yang bertujuan untuk melakukan survei kelayakan mitra calon penerima beasiswa. Acara ini berlangsung di ruang pertemuan UIMSYA dan dihadiri oleh dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIMSYA. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan dukungan kepada calon penerima beasiswa.

Wakil Rektor I, Drs. Eko Budiywono, MH, memberikan sambutan pembukaan yang menggarisbawahi pentingnya peran dosen dalam proses seleksi dan pembinaan calon penerima beasiswa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Pembinaan dosen adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa proses pemilihan mitra calon penerima beasiswa dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel.” Hal ini menunjukkan komitmen UIMSYA dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Abd. Halim Soebahar, M.A., Ketua LPPD Jawa Timur, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Prof. Abd. Halim mengangkat tema “AI dan Pendidikan Islam di Pesantren: Antara Resiliensi dan Inovasi”. Tema ini relevan mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan perlu diimbangi dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang kuat.

Dalam presentasinya, Prof. Abd. Halim menjelaskan bahwa integrasi teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di pesantren. Beliau mengajak para dosen untuk melihat AI bukan hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai peluang untuk mengembangkan metode pengajaran yang inovatif. “Dengan memanfaatkan AI, kita dapat menghadirkan pendidikan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara pemateri dan peserta. Banyak dosen UIMSYA yang antusias bertanya dan berbagi pandangan tentang bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam konteks pendidikan Islam. Diskusi ini mencerminkan keinginan para dosen untuk terus beradaptasi dan menerapkan pengetahuan baru dalam proses pembelajaran.

Salah satu dosen, Lutfi Wahid M.Pd, menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat. “Kami mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pentingnya teknologi dalam pendidikan. Hal ini akan kami terapkan dalam pembelajaran di kelas,” katanya. UIMSYA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas dosen melalui berbagai kegiatan pembinaan.

Di akhir acara, Drs. Eko Budiywono menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. “Mari kita gunakan kesempatan ini untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi demi kemajuan pendidikan di pesantren dan universitas kita,” tutupnya. Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi dosen, tetapi juga bagi para calon penerima beasiswa yang akan mendapatkan pembinaan yang lebih baik ke depannya.

Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, UIMSYA terus berupaya untuk menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman, sambil tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang mendasar. (Zul)