Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung akademik nasional. Dua dosen terbaiknya berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Temu Tahunan Perkumpulan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-13 yang berlangsung penuh khidmat dan meriah. Kedua civitas akademika Uimsya tersebut adalah Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. yang dianugerahi penghargaan Best Academic Leadership Award, serta Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. yang sukses menyabet penghargaan sebagai Most Favorite Lecturer. Raihan ini menjadi bukti nyata komitmen Uimsya dalam menghadirkan kepemimpinan akademis unggul dan kualitas pengajaran yang dekat dengan hati mahasiswa.
Gelaran Temu Tahunan PPMPI ke-13 ini diselenggarakan selama tiga hari penuh, mulai Rabu hingga Jumat, 22–24 Juli 2026. Berlokasi di Ballroom Utama Raya Beach and Resort, Situbondo, Jawa Timur, suasana pesisir yang segar bersatu padu dengan diskursus ilmiah berkualitas tinggi dari para penggiat pendidikan Islam se-Indonesia. Tahun ini, forum bergengsi tersebut mengusung tema yang sangat visioner dan relevan dengan tantangan zaman: “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis OBE dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.” Tema ini dirancang untuk mendorong seluruh prodi Manajemen Pendidikan Islam agar lebih adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa mengabaikan esensi nilai-nilai keislaman.

Sejumlah 110 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan, pengelola program studi, dan dosen MPI dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta Swasta (PTKIS) se-Indonesia hadir memadati ruangan. Acara dibuka secara resmi oleh Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis Kemenag RI, Dr. Asro’i, M.Pd., yang memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi PPMPI dalam mengawal mutu akademik. Rangkaian kegiatan diisi dengan agenda workshop intensif yang membedah penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) untuk jenjang S1, S2, hingga S3. Selain itu, para peserta digembleng dalam penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan strategi penyiapan borang Akreditasi Program Studi (APS 3.0) guna menjamin standar kualitas lembaga.
Tidak berhenti di situ, forum juga fokus pada penguatan kapasitas penelitian bernilai guna tinggi. Materi riset berdampak difokuskan pada strategi agar proposal penelitian mampu menembus hibah dan pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Agama (MORA), disamping pelatihan taktis pengelolaan jurnal bereputasi internasional. Kemeriahan ajang ini semakin lengkap dengan digelarnya The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) tahun 2026. Konferensi internasional ini menjadi panggung akademik bagi para peneliti untuk mempresentasikan temuan-temuan terbaru di bidang manajemen pendidikan Islam, yang dirangkai langsung dengan malam penganugerahan bagi dosen dan mahasiswa berprestasi se-Indonesia serta touring ke Pesantren Nurul Jadid, Universitas Nurul Jadid (sebagai panitia pelaksana) serta ke Bromo.

Saat diwawancarai seusai penerimaan penghargaan, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. mengungkapkan rasa syukur serta kesannya selama mengikuti helatan nasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa penghargaan Best Academic Leadership Award ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen di Uimsya Blokagung Banyuwangi. “Forum PPMPI ke-13 ini sangat luar biasa karena tidak hanya memberikan ruang berjejaring, tetapi juga membekali kami dengan arah transformasi digital di era MPI 5.0. Pesan saya untuk teman-teman akademisi, mari kita manfaatkan momentum ini untuk terus berinovasi, memperkuat kepemimpinan berbasis keteladanan, serta membawa nama kampus kita menembus panggung dunia,” ujar Dr. Siti Aimah penuh optimisme.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. yang dinobatkan sebagai Most Favorite Lecturer membagikan kesannya dengan penuh kehangatan. Ia merasa terharu dan bersyukur atas kepercayaan serta apresiasi yang diberikan oleh insan akademis dan para mahasiswa. “Penghargaan ini menjadi penambah semangat dan pengingat bagi saya untuk senantiasa mengajar dengan hati. Mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dalam kelas itu penting, namun pendekatan humanis dan empati kepada mahasiswa tetap menjadi fondasi utama. Pesan saya, semoga ini menginspirasi kita semua untuk terus menghadirkan pembelajaran yang menyejukkan sekaligus memantik prestasi,” tutur Dr. Nur Hidayati.
Pihak rektorat dan seluruh civitas akademika Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung menyambut gembira kabar membanggakan ini. Pencapaian dua dosen terbaik di ajang nasional ini semakin memperkokoh posisi Uimsya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang siap bersaing secara global dan terus berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.



