Surabaya – Komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi terus diwujudkan oleh Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Salah satu langkah strategis tersebut diimplementasikan melalui kegiatan benchmarking ke Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Kamis (2/7/2026). Agenda ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik dalam pengembangan mutu akademik.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ini diawali dengan opening ceremony yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA, Dr. Moch. Choirul Arif, S.Ag., M.Fil.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun jejaring kuat antarperguruan tinggi demi mendongkrak kualitas akademik dan memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat. Setelah pembukaan, Ketua Program Studi BKI UINSA, Dr. Mohamad Thohir, M.Pd.I., memaparkan strategi pengembangan Kurikulum BKI berbasis Outcome-Based Education (OBE) 2025 yang berorientasi melahirkan lulusan berkompetensi relevan dengan tantangan zaman.

Di sisi lain, Kepala Program Studi BKI UIMSYA Blokagung Banyuwangi, Nurin Baroroh, M.Psi., Psikolog, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dari pihak UINSA. Beliau menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi sarana krusial bagi UIMSYA untuk menyerap wawasan baru dalam optimalisasi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan budaya akademik prodi. Selain fokus pada penerapan Kurikulum OBE 2025, kedua belah pihak juga mendiskusikan penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pengajaran inovatif, kolaborasi riset dosen-mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat yang berdampak luas.
Sebagai bentuk konkret dari pertemuan ini, UIMSYA dan UINSA sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan di berbagai bidang akademik. Kesepakatan strategis tersebut meliputi pengembangan kurikulum bersama, pelaksanaan penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pengalaman akademik, serta berbagai program peningkatan mutu institusi lainnya. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan iklim pendidikan yang adaptif terhadap dinamika transformasi zaman.
Melalui keberhasilan agenda benchmarking ini, diharapkan lahir inovasi pendidikan yang mampu mendongkrak daya saing lulusan dari kedua perguruan tinggi keagamaan Islam tersebut. Kolaborasi antarlembaga ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kemitraan strategis merupakan kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di era transformasi pendidikan tinggi Indonesia.

