Surabaya – Rangkaian kolaborasi akademik antara Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sukses ditutup melalui sesi podcast inspiratif pada Kamis (2/7/2026). Berlangsung di UINSA, acara ini menjadi ruang dialog ilmiah sekaligus refleksi spiritual yang hangat bagi seluruh dosen dan mahasiswa yang hadir.
Podcast yang dipandu secara interaktif oleh mahasiswa BKI UIMSYA, Syiefa Cemara, ini menghadirkan kolaborasi narasumber ahli dari kedua perguruan tinggi. Mereka adalah Halimatus Sa’diah, S.Psi., MA dan Nurin Baroroh, M.Psi., Psikolog selaku dosen BKI UIMSYA, bersama Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd. selaku dosen BKI UINSA. Kolaborasi ini berhasil menghidupkan diskusi seputar integrasi nilai-nilai keislaman dalam praktik bimbingan dan konseling.
Dalam sesi tersebut, Dr. Agus Santoso memaparkan bahwa konsep terapi berbasis Al-Qur’an merupakan pendekatan yang sangat krusial, di mana proses penyembuhan psikologis mendasar pada hubungan manusia dengan Allah SWT. Beliau menegaskan bahwa ketika seseorang mengenal Tuhannya dengan baik, ia akan lebih mudah mengenali dirinya sendiri, memahami potensi serta keterbatasannya, hingga akhirnya mampu menemukan makna hidup yang utuh.
Pembahasan yang dikemas ringan namun mendalam ini mendapat respon positif dari audiens yang memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya kesadaran spiritual sebagai fondasi kesehatan mental. Diskusi ini mengajak peserta merefleksikan bahwa perjalanan mengenal diri bermula dari mengenal Sang Pencipta, sehingga melahirkan ketenangan batin, rasa syukur, serta kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Selain memperkaya wawasan, agenda ini sukses mempererat hubungan akademik dan emosional serta membangun empati yang menjadi landasan penting bagi seorang konselor. Melalui penutupan kegiatan rangkaian ini, UIMSYA dan UINSA kembali menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pembelajaran holistik yang mampu mencetak lulusan berkarakter, berintegritas, dan memiliki kedalaman spiritual demi kemaslahatan masyarakat.

