BANYUWANGI – Kamis, (14/5/2026) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) kembali menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam melalui agenda rutin “UIMSYA Berhias” yang dilaksanakan setiap Kamis Legi. Kegiatan kali ini tidak hanya agenda membersihkan lingkungan kampus, melainkan agenda tambahan, yaitu workshop pengolahan sampah yang melibatkan berbagai pakar lingkungan. Acara dibuka secara simbolis dengan penanaman pohon di area kampus oleh Wakil Rektor III UIMSYA, Abdi Fauji Hadiono, MH, M.Sos., bersama narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) banyuwangi dan tim banyuwangi hijau. Aksi ini menjadi pengingat bahwa transformasi kampus harus berjalan selaras dengan penghijauan lingkungan.

Setelah aksi penanaman pohon, rangkaian acara dilanjutkan ke ruang pertemuan Kampus 2 untuk sesi seremonial dan edukasi. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III, Abdi Fauji Hadiono, menyampaikan pesan mendalam mengenai peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Mengingat mahasiswa UIMSYA berasal dari berbagai penjuru Indonesia, ia berharap ilmu yang didapat dari workshop ini bisa menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke daerah asal. “Kami ingin siswa memiliki bekal keilmuan terkait pengolahan sampah yang baik dan benar. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, berangkat dari diri sendiri untuk semua,” yang mendorong pentingnya kesadaran ekologis.

Momentum ini juga menjadi ajang refleksi perjalanan panjang institusi. UIMSYA telah berproses selama 25 tahun, mulai dari sekolah tinggi hingga kini sukses bertransformasi menjadi universitas. Sejarah panjang ini diikuti dengan komitmen yang kuat dalam menjaga lingkungan kampus. Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-25, UIMSYA juga mengumumkan akan menyelenggarakan Festival Akustik pada 17 Juni mendatang. Perayaan ini bukan sekedar hiburan, melainkan bentuk apresiasi atas perkembangan sejarah dan komitmen keinginan UIMSYA dalam membangun ekosistem pendidikan yang asri.

Memasuki sesi inti, lokakarya menghadirkan tiga sumber kompeten yang mengupas tuntas strategi pengelolaan limbah. Istianah dari DLH Banyuwangi membuka materi dengan penjelasan mengenai Manajemen Bank Sampah dan Daur Ulang. Selanjutnya Dhani Fatimah dari perwakilan Banyuwangi Hijau memaparkan materi tentang Manajemen Pengelolaan Sampah Ekonomi Sirkular, sebuah konsep yang mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Melengkapi diskusi, Pipit Hariyono selaku Mitra Program Banyuwangi Hijau membedah sisi Kelembagaan Persampahan, memberikan gambaran bagaimana organisasi kampus dapat mengelola limbah secara terstruktur dan mandiri.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai solusi praktis menangani sampah di lingkungan sekitar. Dengan berakhirnya kegiatan ini, UIMSYA berharap seluruh civitas akademika dapat melakukan pembelajaran ilmu pengolahan sampah secara konsisten. Melalui agenda “UIMSYA Berhias”, kampus membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga peka dan peduli terhadap kecenderungan lingkungan hidup bagi masa depan. Kemudian kegiatan dilanjutkan kunjungan ke TPS Darussalam. (Zul)

