UIMSYA Blokagung Gelar Dialog Lintas Agama untuk Perdamaian Lingkungan Bersama Dubes Denmark

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Banyuwangi – Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan dialog lintas agama bertajuk *”Interfaith Dialogue: Ethics for Earth and Environmental Peace”*, pada Senin (7/7/2025) bertempat di ruang pertemuan kampus 2 UIMSYA. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam membangun kesadaran kolektif lintas iman untuk menjaga keberlanjutan bumi serta merespons tantangan perubahan iklim. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara khidmat oleh mahasiswa UIMSYA, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta yang hadir.

Rektor UIMSYA, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.Ei., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, perwakilan pemerintah desa, hingga delegasi internasional. “Selamat datang di kampus kami, mohon maaf bila suguhan kami masih jauh dari sempurna,” ungkapnya rendah hati. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. “Kita tidak bisa menjaga bumi sendirian. Dibutuhkan kerjasama, gotong royong lintas lembaga, lintas agama, bahkan lintas negara,” tegasnya.

Pelaksana Harian Direktur Eksekutif Siti Kholisoh menyampaikan sambutanya. Ia hadir mewakili Yeni Wahid yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. Dalam sambutannya, Mbak Kholis, sapaan akrab Plh Direktur Eksekutif Wahid Foundation itu menyampaikan rasa terima kasih kepada UIMSYA atas komitmennya dalam mengembangkan Desa Damai yang tangguh terhadap perubahan iklim. “Kita perlu menyepakati tujuan bersama: bumi yang lebih berkelanjutan, manusia yang berdaya menghadapi perubahan iklim, dan masyarakat yang hidup dalam harmoni lintas keyakinan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa inisiatif seperti ini menjadi penting sebagai bentuk nyata dari aksi kolektif demi masa depan bumi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kerjasama dan apresiasi antara UIMSYA dengan Kedutaan Besar Denmark serta Wahid Foundation. Salah satu momen yang mendapat perhatian khusus adalah saat Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini, dan ASEAN, H.E. Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan kesannya terhadap pendidikan berbasis pesantren yang diterapkan di Darussalam Blokagung. “Saya sangat kagum melihat bagaimana pesantren ini mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ini merupakan contoh pendidikan yang sangat progresif,” puji Dubes Sten.

Dalam sesi dialog interaktif yang menjadi inti acara, para peserta yang terdiri dari dosen UIMSYA, tokoh lintas agama, dan perwakilan pemerintah Desa Grajakan, berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Duta Besar Sten Frimodt Nielsen. Diskusi berlangsung aktif dan hangat, mencakup berbagai isu lingkungan global dan lokal, seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, hingga rencana strategis kolaborasi ke depan. Duta Besar Denmark menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan UIMSYA dalam program kolaboratif bersama Wahid Foundation dan Kedutaan Denmark. “Diskusi lintas agama seperti ini penting untuk memperkuat solidaritas global. Saya sangat menghargai peran UIMSYA dalam menjembatani nilai-nilai keberagaman demi lingkungan yang lebih damai,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan, agama, dan diplomasi dapat bersatu dalam memajukan etika lingkungan yang berkelanjutan. UIMSYA Blokagung tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang dialog yang hidup bagi perubahan sosial dan lingkungan. Rangkaian acara yang inklusif ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremoni, namun mampu melahirkan aksi nyata yang berdampak luas di masyarakat. Harapannya, kolaborasi antara UIMSYA, Wahid Foundation, dan Kedutaan Denmark akan berlanjut dengan berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai perdamaian dan pelestarian bumi.(zul)