Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menggelar rapat dosen semester genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin, (23/2/2026), bertempat di Aula Haromain Kampus 1 UIMSYA. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen UIMSYA Banyuwangi sebagai bentuk konsolidasi akademik sekaligus penguatan komitmen kelembagaan dalam menyongsong perkuliahan semester genap. Rapat berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan sinergi antara budaya akademik perguruan tinggi dan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi ruh institusi.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Rektor I Drs. Eko Budiywono, M.H., Wakil Rektor II Mamlukah, M.Pd., serta Wakil Rektor III Abdi Fauji Hadiono, M.H., M.Sos. Turut hadir Dewan Pengasuh yang memberikan penguatan materi, Kepala Bidang Kepesantrenan KH. Ali Asyiqin, serta Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban KH. Jabir Muda. Kehadiran para dewan pengasuh ini menegaskan bahwa arah kebijakan akademik UIMSYA senantiasa selaras dengan nilai-nilai pesantren sebagai fondasi utama pengembangan karakter dan keilmuan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Drs. Eko Budiywono, M.H. menegaskan pentingnya menjaga etika, disiplin, dan profesionalisme dosen dalam menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi. Ia menyampaikan secara tegas hal-hal yang harus dan tidak harus dilakukan di lingkungan kampus sesuai dengan qānun-qānun pesantren yang berlaku. Menurutnya, dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan yang mencerminkan integritas moral dan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa saat ini masih dalam momentum her-registrasi mahasiswa, sehingga para ketua program studi dan dosen diharapkan aktif memaksimalkan komunikasi dengan mahasiswa guna memastikan seluruh proses administrasi berjalan optimal.
Lebih lanjut, para dosen diimbau untuk memberikan waktu sekitar tiga hingga empat menit di awal setiap perkuliahan sebagai ruang pembinaan karakter mahasiswa. Langkah ini dipandang strategis untuk menanamkan nilai akhlak, kedisiplinan, serta semangat belajar yang berorientasi pada keberkahan ilmu. Arahan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Bidang Kepesantrenan, KH. Ali Asyiqin, yang memaparkan refleksi tentang empat fase generasi: generasi muasis (pendiri), generasi penerus (keturunan dan santri), generasi penikmat, serta generasi penghancur. Ia menekankan pentingnya civitas akademika UIMSYA untuk terus menjadi bagian dari generasi penerus yang menjaga dan melanjutkan perjuangan para muasis, bukan sekadar menjadi generasi penikmat apalagi penghancur nilai-nilai perjuangan.

Dalam pemaparannya, KH. Ali Asyiqin juga mengajak seluruh dosen untuk terus menghidupkan tradisi perjuangan almarhum pendiri melalui semangat ijtima’ dan istifadhah—berkumpul untuk mendengar, memperoleh ilmu, serta menyebarkannya demi kemaslahatan umat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian qānun pesantren oleh KH. Jabir Muda, yang menegaskan kembali pentingnya ketertiban, keamanan, serta kepatuhan terhadap aturan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Rapat dosen semester genap ini ditutup dengan doa, memohon kelancaran dan keberkahan dalam seluruh proses akademik Semester Genap 2025/2026, sekaligus memperkuat komitmen UIMSYA dalam mencetak generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.


