Banyuwangi – Kompetensi lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) kian mendapat pengakuan dari berbagai instansi, termasuk Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini disampaikan oleh Guntur Al Badri, M.Pd selaku narasumber dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diikuti mahasiswa KPI FDKI UIMSYA. Menurutnya, kebutuhan tenaga penyuluh dengan kemampuan komunikasi dakwah yang kuat membuat lulusan KPI semakin menjadi sasaran utama rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non-PNS di lingkungan Kemenag.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan komunikasi publik, literasi media, serta pemahaman mendalam mengenai dakwah moderat merupakan kompetensi esensial yang saat ini sangat dibutuhkan. “Lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam umumnya telah dibekali kompetensi tersebut. Mereka mempelajari strategi dakwah, komunikasi massa, manajemen penyuluhan, hingga literasi digital. Ini sangat relevan dengan kebutuhan penyuluh di era digital,” ujarnya.
Berdasarkan data Kemenag, kebutuhan penyuluh meningkat di berbagai daerah, terutama wilayah pedesaan dan kawasan 3T. Selain formasi penyuluh PNS, ruang rekrutmen bagi Penyuluh Agama Islam Non-PNS juga semakin terbuka lebar. Para penyuluh berperan dalam berbagai program pembinaan, seperti penyuluhan keluarga sakinah, pencegahan radikalisme, edukasi zakat dan wakaf, hingga pembinaan keagamaan remaja dan masyarakat digital.

Pada kesempatan ini, Maskur, S.Sos.I., M.H., Ketua Program Studi KPI UIMSYA, menyampaikan sambutan sekaligus harapan besar bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, ia berterima kasih kepada Kemenag Banyuwangi yang telah memberikan wawasan luas kepada mahasiswa terkait peluang karier di lingkungan Kemenag. “Kegiatan BRUN ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka mata mahasiswa bahwa ruang pengabdian sebagai penyuluh sangat luas. Kami berharap lulusan KPI UIMSYA dapat mengabdi tidak hanya di Jawa, tetapi juga di daerah asal mereka seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kurikulum KPI UIMSYA telah dirancang untuk mencetak lulusan yang siap bekerja di bidang dakwah sosial kemasyarakatan dan memiliki kapasitas komunikasi yang unggul.
Sejumlah alumni KPI yang telah diterima sebagai Penyuluh Agama Islam Non-PNS mengakui bahwa profesi ini memberikan ruang pengabdian sekaligus prospek karier yang menjanjikan. Selain terlibat dalam kegiatan sosial-keagamaan, penyuluh berperan strategis dalam menyebarkan nilai moderasi beragama yang kini menjadi program prioritas nasional. Kemenag juga terus mendorong peningkatan kualitas penyuluh melalui berbagai pelatihan, termasuk pelatihan berbasis digital untuk memperkuat penyebaran konten dakwah yang sejuk, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan kurikulum yang relevan dan pengalaman praktik lapangan yang kuat, lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIMSYA memiliki peluang besar untuk berkarier sebagai Penyuluh Agama Islam. Selain menawarkan prospek profesi yang cerah, bidang ini juga menjadi ladang pengabdian bagi generasi muda muslim untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat yang moderat, cerdas, dan religius. (ZUL)

