UIMSYA Blokagung Rumuskan Strategi Pengembangan PTKIS Bersama Direktur Diktis Kemenag RI

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Banyuwangi – Sabtu, (14/6/2025) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menggelar acara strategi pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dengan menghadirkan  narasumber Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA, selaku  Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Bertempat di Pendopo KH. Ahmad Qusyairi Kampus 2. Acara tersebut dihadiri pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung KH. Ahmad Hisyam Syafa’at, Ketua Senat UIMSYA Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at MA dan seluruh jajaran pimpinan UIMSYA .

Kegiatan itu diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Senat UIMSYA, Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at MA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada Prof. Sahiron serta menyampaikan harapan besar terhadap bimbingan yang diberikan narasumber dalam pengembangan institusi UIMSYA ke depan. KH. Abdul Kholiq juga menegaskan bahwa UIMSYA merupakan bagian dari pesantren besar Blokagung yang dihuni oleh santri dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. “Santri kita datang dari Aceh sampai Papua. Ini adalah kekuatan kultural dan potensi besar bagi pengembangan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sambutan ketua senat UIMSYA Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at MA

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa UIMSYA saat ini telah mengajukan lima program studi baru yang disesuaikan dengan minat calon mahasiswa serta kebutuhan masyarakat. Untuk jenjang Sarjana (S1), UIMSYA mengusulkan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Sementara itu, untuk jenjang Pascasarjana (S2), Program Studi Ekonomi Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab. “Program-program ini lahir dari aspirasi langsung wali santri dan masyarakat sekitar. Mohon bimbingannya agar kami bisa mengelola dan mengembangkan prodi-prodi ini sesuai standar mutu nasional,” ujar KH. Abdul Kholiq.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Phil. Sahiron menyampaikan empat poin utama strategi pengembangan PTKIS yang harus menjadi perhatian UIMSYA dan seluruh PTKIS di Indonesia. Pertama, tahun 2025 menjadi tahun prioritas Kementerian Agama RI dalam mendorong kemajuan PTKIS. Fokus utama diarahkan pada peningkatan daya saing dan kualitas akademik PTKIS di tengah arus globalisasi pendidikan. “PTKIS memiliki peran strategis dalam menjaga moderasi beragama sekaligus memberikan akses pendidikan tinggi keagamaan kepada masyarakat luas. Maka PTKIS harus naik kelas secara sistematis,” tegasnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA saat menyampaikan materi

Kedua, Prof. Sahiron menekankan pentingnya perencanaan strategis jangka menengah yang sistematis dan berkelanjutan. Setiap PTKIS diminta untuk menyusun Rencana Pengembangan Institusi (RPI) lima tahunan, yang di dalamnya mencakup langkah-langkah pencapaian tujuan secara konkret dan terukur. “RPI ini bukan hanya sebagai dokumen, tapi harus menjadi kompas arah institusi. Siapapun nanti rektornya, dia tahu ke mana institusinya harus bergerak,” jelas beliau. Ketiga, pengembangan institusi harus dilakukan secara simultan dari sisi kualitas dan kuantitas. Hal ini meliputi peningkatan mutu lulusan, dosen, riset, hingga penguatan akreditasi institusi dan prodi.

Keempat, penguatan kelembagaan perlu dilakukan melalui kolaborasi aktif dengan berbagai institusi lain, baik dalam maupun luar negeri. Kolaborasi ini dapat berupa kerja sama akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan riset kolaboratif. “Kampus seperti UIMSYA harus mulai membangun ekosistem kerja sama, tidak bisa berkembang sendiri. Apalagi UIMSYA memiliki kekhasan pesantren yang bisa menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia akademik,” tutur Prof. Sahiron.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta harapan agar UIMSYA dapat menjadi model pengembangan PTKIS berbasis pesantren yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Sahiron dalam pernyataan penutupnya: “UIMSYA adalah representasi dari kekuatan akar budaya Islam Indonesia yang tumbuh dari pesantren. Bila dirancang dengan baik, kampus ini dapat menjadi rujukan nasional bahkan internasional. Tugas kita adalah merancang masa depannya dengan sungguh-sungguh.”