Rabu, 11 Juni 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi bersama HIPMI PT UIMSYA sukses menggelar pelatihan bertajuk NextGen Exporters. Acara yang berlangsung di aula Kampus 2 Universitas KH. Mukhtar Syafaat ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, Faris Afwan, S.Sn., M.M., Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan BPC HIPMI Banyuwangi, serta Irna Wijayanti, S.AB., M.AB., praktisi bisnis ekspor-impor, yang membagikan wawasan dan strategi bisnis ekspor secara aplikatif.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua DEMA FEBI, Iska Nur Mawarda, yang mengapresiasi antusiasme peserta. Ia berpesan agar peserta tidak malu bertanya kepada narasumber dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali ilmu sebagai bekal masa depan.

Selanjutnya, Bapak Dio Arli Rahadi, Bemdum BPC HIPMI Banyuwangi, memberikan motivasi singkat. Ia mengajak peserta memulai kewirausahaan sejak dini tanpa takut gagal atau gengsi. “Selama ada peluang cuan, kerjakan saja. Meski hasilnya kadang tak sesuai harapan, tetap semangat,” ujarnya.
Dekan FEBI UIMSYA, Dr. Hj. Lelyana Ferawati Ekaningsih, S.E., M.H., M.M., C.RP., membuka acara secara resmi dengan menekankan pentingnya keberlanjutan peran mahasiswa dalam HIPMI PT sebagai momentum strategis memperluas jaringan dan membuka peluang magang di perusahaan pengurus BPC HIPMI.

Faris Afwan kemudian memaparkan materi tentang mentalitas pengusaha tangguh. Ia mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kegagalan, membangun kebiasaan konsisten dan disiplin, serta mengelola emosi agar mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan bisnis. “Mental yang kuat adalah fondasi utama untuk sukses,” katanya.

Selanjutnya, Irna Wijayanti memaparkan langkah-langkah praktis mulai dari persiapan dokumen, pelaksanaan proses ekspor, hingga pengiriman barang ke luar negeri. Ia berbagi pengalaman terkait tantangan yang sering dihadapi, seperti gangguan sistem web, hari libur yang berbenturan dengan jadwal pengiriman, serta mood petugas yang kadang mempengaruhi kelancaran administrasi. “Kadang dokumen harus segera dikirim, tapi prosesnya terhambat, apalagi jika ada revisi yang harus menyesuaikan mood petugas,” jelas Irna.

Sesi tanya jawab berlangsung hangat dengan antusiasme tinggi dari peserta. Salah satu peserta, Kavin, bertanya tentang tantangan terbesar dalam pengurusan dokumen ekspor, yang kemudian dijawab secara terbuka oleh Irna. Peserta yang aktif bertanya mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi.

