Banyuwangi – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Pascasarjana Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, pada Sabtu hingga Minggu, 10–11 Januari 2026. Sebanyak 106 mahasiswa program magister tengah menempuh Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal Tahun Akademik 2025/2026 dengan penuh antusias. Para peserta berasal dari tiga program studi unggulan, yakni Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Ekonomi Syariah (ES). Berbeda dengan ujian konvensional, UAS kali ini menonjolkan integrasi antara penguasaan teori dan hasil karya nyata yang berorientasi pada standar akademik nasional.
Pada hari pertama pelaksanaan, Direktur Pascasarjana UIMSYA, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., didampingi Ketua Prodi Magister Studi Islam, melakukan monitoring langsung ke setiap ruang ujian untuk memastikan proses evaluasi berjalan lancar. Dalam tinjauannya, Dr. Siti Aimah memberikan apresiasi atas kesiapan para mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa standar evaluasi di tingkat pascasarjana harus terus meningkat guna mencetak lulusan yang tidak hanya ahli secara teoritis, tetapi juga produktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang diakui secara luas.

Uniknya, bentuk ujian kali ini tidak hanya terpaku pada lembar jawaban kertas. Mahasiswa ditantang untuk menunjukkan luaran konkret berupa publikasi artikel pada jurnal bereputasi minimal Sinta 4, penyusunan dan penerbitan buku yang relevan dengan topik perkuliahan, hingga demonstrasi kemahiran dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk analisis statistik. Pendekatan berbasis luaran (outcome-based) ini sengaja diterapkan agar tugas-tugas selama satu semester dapat dikonversi menjadi portofolio akademik yang bermanfaat bagi pengembangan karir dan rekam jejak digital mahasiswa di dunia internasional.
Merespons sistem ujian tersebut, sejumlah mahasiswa mengaku merasa lebih tertantang sekaligus bangga. Salah satu perwakilan mahasiswa mengungkapkan bahwa kewajiban mempublikasikan artikel di jurnal Sinta 4 mendorong mereka untuk berpikir lebih kritis dan disiplin dalam menulis. “Awalnya terasa berat, namun saat tulisan kami terbit, ada kepuasan intelektual yang luar biasa. Ini jauh lebih bermanfaat daripada sekadar ujian hafalan,” ujarnya. Kesan positif ini selaras dengan visi pengelola yang ingin menjadikan Pascasarjana UIMSYA sebagai pusat keunggulan riset berbasis nilai-nilai pesantren.

Melalui pelaksanaan UAS ini, pihak pengelola berharap agar budaya literasi dan digitalisasi riset semakin mendarah daging di lingkungan kampus berbasis pesantren ini. Dr. Siti Aimah berharap luaran berupa buku dan jurnal ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi literatur keilmuan Islam dan umum. Dengan semangat inovasi ini, Pascasarjana UIMSYA optimis mampu mencetak magister yang kompetitif, melek teknologi, dan memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat di era digital.


