Dorong Para Dosen UIMSYA untuk Terus Meningkatkan Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Profesional

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Blokagung, Banyuwangi – Sebagai ujung tombak pendidikan di perguruan tinggi, kualitas hingga produktivitas dosen harus terus digenjot. Dosen disebut berperan besar dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. Maka dari itu Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menggelar kegiatan pembinaan dosen pada Jumat, (25/04/2025). Bertempat di Pendopo KH. Ahmad Qusyairi Syafa’at, Kampus 2 UIMSYA, dan diikuti oleh seluruh pimpinan serta dosen dari berbagai program studi yang ada di lingkungan UIMSYA. Pembinaan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pendidikan Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara ini merupakan bagian dari komitmen UIMSYA untuk terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para dosen, agar senantiasa adaptif terhadap perkembangan keilmuan dan teknologi dalam dunia pendidikan tinggi.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at, MA selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran Pondok Pesantren Darussalam Blokagung sekaligus Ketua Senat UIMSYA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof. Arskal atas kesediaannya hadir dan berbagi ilmu serta motivasi kepada para dosen. “Kami sangat berterima kasih kepada Prof. Arskal atas kehadiran beliau dalam kegiatan yang sangat penting ini. Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi seluruh civitas akademika UIMSYA untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tutur Kiai Kholiq. Ia juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Blokagung saat ini telah memiliki 16 unit pendidikan yang mencakup pendidikan umum hingga pendidikan khas pesantren seperti madrasah diniyah. Unit-unit ini, lanjutnya, menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi intelektual yang memiliki integritas keislaman dan keilmuan yang seimbang.

Lebih lanjut, Kiai Kholiq mengungkapkan bahwa UIMSYA saat ini telah memiliki 11 program studi aktif dan tengah mengajukan pembukaan lima program studi tambahan. Tiga di antaranya—yakni Hukum Keluarga Islam (HKI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), serta Pendidikan Agama Islam (PAI)—diajukan untuk jenjang S1. Sementara dua lainnya yaitu Ekonomi Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab diajukan untuk jenjang S2. “Ini adalah bagian dari ikhtiar kami dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta para wali santri yang menghendaki kelanjutan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan pesantren yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi,” jelas beliau. UIMSYA, yang bernaung di bawah pesantren besar Darussalam, memang mengusung visi untuk menjadi kampus berbasis pesantren yang mampu mencetak lulusan unggul dalam spiritualitas, intelektualitas, dan profesionalitas.

Dalam sesi pembinaan, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag menyampaikan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi profesional bagi setiap dosen, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa dosen tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga harus menjadi inovator dalam proses pembelajaran. “Seorang dosen saat ini harus memiliki kemampuan untuk menyusun kurikulum yang bukan hanya akademik, tetapi juga berbasis nilai—saya menyebutnya sebagai kurikulum berbasis cinta,” ungkap Prof. Arskal. Kurikulum berbasis cinta yang dimaksud adalah pendekatan pendidikan yang menumbuhkan kepedulian, empati, dan rasa kasih terhadap ilmu, peserta didik, serta proses pembelajaran itu sendiri. Ia juga mendorong agar para dosen aktif dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi digital yang interaktif dan sesuai dengan karakter mahasiswa generasi milenial dan gen Z.

Lebih dari itu, Prof. Arskal juga mengingatkan bahwa peningkatan kualifikasi dosen bukan sekadar formalitas administratif, namun merupakan kebutuhan substansial dalam rangka mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing. Ia juga mengajak para dosen untuk terus melanjutkan studi hingga jenjang doktoral, melakukan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menulis karya ilmiah yang dapat memperkaya khasanah keilmuan Islam kontemporer. Di akhir sesi, suasana semakin hangat dengan dialog interaktif antara narasumber dan para dosen yang antusias bertanya serta berdiskusi mengenai strategi peningkatan kualitas pembelajaran di kampus UIMSYA. Kegiatan ini pun ditutup dengan doa bersama dan harapan agar UIMSYA Blokagung terus tumbuh menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul dan inspiratif, baik di tingkat nasional maupun internasional.(ZUL)