Dua Tahun Berturut-turut, Mahasiswa FDKI UIMSYA Banyuwangi Lolos Seleksi dan Hadiri Konferensi The 8th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) 2026 di Surabaya

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SURABAYA — Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, Muhammad Ardi Al Miqdad, kembali menggemparkan panggung akademik. Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini dinyatakan lolos seleksi dan hadir dalam The 8th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) 2026. Kegiatan ilmiah bergengsi ini, diselenggarakan oleh Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (KOPERTAIS) Wilayah IV Jawa Timur selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 3 dan 4 November 2026 di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Capaian Miqdad ini terasa istimewa, karena ANCOMS ke-8 2026 ini menjadi tahun kedua. Sebelumnya, juga lolos dalam ANCOMS ke-7 pada 2025 dengan judul penelitian, Multiculturalism and Socio-Cultural Harmonization An Analysis of Religious Life in Pancasila Village, Patoman Village. Penelitiannya itu membawa gagasan segar dari kluster Komunikasi. Pada ANCOMS ke-8 2026 ini, UIMSYA Blokagung, Banyuwangi juga diwakili lima dosen yang lolos di berbagai kluster. Prestasi ini mengukuhkan kampus berbasis pesantren ini tampil dengan barisan delegasi yang semakin kuat, dan beragam keilmuannya. Konsistensi ini menandai langkah berani seorang mahasiswa yang terus menjaga semangat meneliti. “Alhamdulillah, saya bisa lolos lagi,” cetus  Muhammad Ardi Al Miqdad.

Miqdad (kanan) saat wawancara bapak Suhaimi (ketua adat desa Kemiren)

Dalam The 8th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) 2026 ini, Miqdad mempresentasikan hasil risetnya berjudul, Makna Semiotis Bentuk Visual Barong Banyuwangi sebagai Medium Transmisi Dakwah Kultural Komunitas. Penelitian yang dilaksanakan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, ini membedah mata melotot, mulut menganga, taring, mahkota, sayap, dan susunan warna Barong Osing. Hasilnya, bentuk yang tampak menyeramkan ternyata dimaknai komunitas sebagai pesan pengendalian diri yang disampaikan lewat bentuk, gerak, dan ritual, lalu dijalankan masyarakat sebagai dakwah kultural nonverbal. “Makna filosofinya sangat mendalam,” terangnya.

Temuan penelitian ini cukup menggugah. Melalui pembacaan semiotika Roland Barthes, Miqdad menemukan bahwa mata yang melotot dimaknai sebagai nafsu amarah, mulut yang menganga sebagai keserakahan, dan mahkota putih sebagai kesucian yang mengendalikan nafsu. Berdasarkan tafsir ketua adat, tokoh pemuda dan pengajar agama, serta pemain senior Barong, nilai moral, spiritual, dan sosial-keagamaan tersebut dinilai selaras dengan ajaran Islam. Riset ini menegaskan bahwa kearifan lokal Osing dapat berjalan beriringan dengan penguatan identitas Islam moderat. “Ini budaya Banyuwangi yang masih Lestari sampai sekarang,” cetus mahasiswa semester V ini.

Kehadiran Miqdad di forum ini, bertujuan mempresentasikan karya ilmiah berbasis kearifan lokal serta bertukar gagasan dengan para peneliti dan cendekiawan Muslim dari berbagai daerah. Melalui paparan risetnya, ia berupaya menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam memperkuat identitas Islam moderat, serta mengenalkan potensi nilai budaya dan keagamaan khas Banyuwangi di arena akademik tingkat tinggi. “Alhamdulillah, saya bisa bersama dengan para dosen,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengumuman hasil seleksi review abstrak pada 21 Oktober 2026 oleh KOPERTAIS Wilayah IV, dilanjutkan dengan pengumpulan full paper dan bahan presentasi oleh para peserta. Pada hari pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti sesi presentasi paralel (parallel session) berdasarkan kluster keilmuan masing-masing serta sesi diskusi interaktif bersama para akademisi dan cendekiawan Muslim dari berbagai perguruan tinggi.

Keikutsertaan mahasiswa FDKI di ajang ANCOMS ke-8 ini, diharapkan semakin memperkuat reputasi akademik kampus, sekaligus menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk berani menulis dan mempresentasikan karya ilmiah berbasis kearifan lokal Banyuwangi. Kehadiran riset ini juga diharapkan memperkaya kajian dakwah kultural di Jawa Timur melalui perspektif komunikasi visual, serta membuka ruang penelitian lanjutan bersama warga dan generasi muda di Desa Kemiren. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UIMSYA mampu bersaing dan terus menorehkan jejak di panggung akademik Jawa Timur. “Miqdad ini mahasiswa berprestasi di Prodi KPI UIMSYA Blokagung, juga berprestasi dalam nonakademik,” kata ketua Prodi KPI FDKI UIMSYA Blokagung, Banyuwangi, Maskur.(Ahmadi)