Rela Jauh dari Thailand, Nadeea Pilih Kuliah di UIMSYA dan Mondok di Blokagung

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

ANYUWANGI – Jarak ribuan kilometer dari Narathiwat, Thailand Selatan, tidak menyurutkan langkah Nadeea Saleah (22) untuk menuntut ilmu di Banyuwangi. Pemudi ini mantap memilih berkuliah di Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) sekaligus menjadi santriwati di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Tegalsari. Keputusan ini ia ambil untuk memadukan pendidikan formal akademik dengan pendalaman ilmu agama melalui pengkajian kitab kuning, sebagai bekal mengabdi di tanah kelahirannya kelak.

Keputusan Nadeea berlabuh di UIMSYA bermula dari kesan mendalam saat berinteraksi dengan mahasiswa kampus tersebut yang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di madrasahnya pada awal 2024. Melihat akhlak mulia, kedisiplinan, serta penguasaan ilmu agama dan umum yang ditunjukkan oleh alumni serta peserta KKN seperti Arifin Arwani, Nadeea yakin bahwa kampus dan pesantren tempat mereka berasal sarat akan keberkahan. Ketertarikan tersebut akhirnya terwujud pada September 2024 ketika ia resmi mendaftar didampingi gurunya, Ustaz Luqman.

Tinggal jauh dari keluarga tentu menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari rasa rindu (homesick) hingga ritme harian yang padat antara mengaji sejak subuh dan perkuliahan kampus. Namun, tantangan bahasa dapat ia atasi dengan baik karena latar belakang etnis Melayu yang mirip dengan bahasa Indonesia, bahkan ia berinisiatif mempelajari bahasa Jawa dan Madura agar lebih akrab dengan teman-temannya. Dukungan dari sesama mahasiswa asal Thailand, seperti Bareeyah Abdullateh dan Khawlah Saleamea, turut membantunya beradaptasi dan tetap fokus pada tujuan studi.

Kehadiran dan kerja keras mahasiswa internasional ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak rektorat UIMSYA. Wakil Rektor III UIMSYA, Abdi Fauji Hadiono, memuji kedisiplinan tinggi mahasiswa Thailand yang tak hanya aktif dalam perkuliahan formal, tetapi juga berprestasi di madrasah diniyah pesantren—salah satunya dibuktikan oleh rekan Nadeea, Bareeyah, yang meraih juara dua wisuda metode Yanbu’a. Pihak kampus menilai hal ini menjadi bukti bahwa perbedaan budaya dan bahasa tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi integratif di UIMSYA.

Kini, Nadeea bertekad menyelesaikan studinya tepat waktu agar dapat segera membawa pulang ilmu pengetahuan akademik dan agama yang telah ditimbanya di Blokagung. Setelah lulus nanti, ia berencana kembali ke Narathiwat dan Patani untuk mengajar serta meneruskan estafet perjuangan pendidikan dan dakwah Islam bagi masyarakat di kampung halamannya. Perjalanan studinya di UIMSYA menjadi bukti nyata bahwa semangat menuntut ilmu mampu melampaui batas-batas geografis antarnegara.