
BANYUWANGI-Program magang atau praktik kerja lapangan (PKL) yang dilaksanakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Universitas KH Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung, Banyuwangi, secara resmi ditutup oleh Dekan FDKI Agus Baihaqi pada Senin (26/10/2026). Penutupan itu dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, dan diikuti di seluruh lokasi magang.
Magang yang diikuti para mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) ini, dilaksanakan sejak 27 September 2026. Selama mengikuti program magang, para mahasiswa yang juga santri Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, tinggal di sekitar lokasi magang. “Magang ini waktunya sebulan penuh,” cetus Dekan FDKI Uimsya, Agus Baihaqi.

Menurut Agus, untuk magang 2026 ini para mahasiswa FDKI dari Prodi KPI dan BKI disebar di 18 lembaga dan instansi, termasuk di Lapas IIA, yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Melalui magang, mahasiswa diharapkan bisa mempraktekkan teori yang diperoleh dan mendapat ilmu baru. “Alhamdulillah, mahasiswa KPI yang magang di media cetak, elektronik, dan lainnya bisa praktek langsung. Mahasiswa BKI banyak yang magang di sekolah, mereka bisa mempraktekkan ilmunya,” terangnya.
Agus mengaku juga bangga dengan 10 mahasiswa Prodi BKI yang magang di Lapas IIA Banyuwangi. Mereka bisa melakukan konseling, mengajari mengaji, dan melatih mengkafani pada warga binaan yang berada di Lapas IIA Banyuwangi. “Tadi video kegiatan selama berada di Lapas IIA Banyuwangi diputar,” ujarnya.
Para mahasiswa yang bisa praktek langsung di studio dan media, Lapas, dan sekolah tempat magang, terang dia, merupakan bentuk kepercayaan yang tinggi dari lembaga atau instansi terhadap para mahasiswa FDKI Uimsya Blokagung. “Para mahasiswa setiap tahun bisa magang di Lapas IIA Banyuwangi, ini juga luar biasa. Kami sangat berterima kasih pada bapak Kalapas IIA Banyuwangi,” katanya.
Para mahasiswa yang magang di Lapas IIA Banyuwangi, masih kata Agus, mengaku banyak ilmu dan pengalaman baru yang didapat, dan itu tidak diperoleh di kampus. “Mahasiswa katanya kaget saat berada di lapas, bayangan penjara yang penuh kekerasan seperti dalam film-film, ternyata tidak ada, malah penuh dengan kekeluargaan,” cetusnya.
Selama berada di Lapas, jelas dia, mahasiswa ditunjukkan sejumlah tempat yang ada di penjara itu, termasuk aneka fasilitas seperti makan, pelayanan kesehatan, tempat pelatihan beraneka keterampilan, dan lainnya. “Mahasiswa katanya kerasan di Lapas,” ungkapnya.
Kalapas IIA Banyuwangi, Solichin, A.Md.IP., S.H., M.Si mengaku senang dan bangga lembaganya dipercaya sebagai tempat magang para mahasiswa dari Uimsya Blokagung, Banyuwangi. “Banyak sekali manfaat yang kami peroleh dengan adanya magang para mahasiswa dari Uimsya Blokagung ini,” katanya.

Sholichin menyebut, lapas sekarang tidak seperti penjara di zaman penjajahan Belanda atau di cerita-cerita film. Para warga binaan, selama berada di lapas diberi pembinaan mental dan diberikan pelatihan keterampilan untuk kemandirian. “Untuk kemandirian ini, warga binaan dibekali aneka keterampilan dan pertanian, ini juga praktek langsung. Diharapkan ini bisa menjadi bekal bila sudah bebas nanti,” jelasnya.
Untuk pembinaan mental, lanjut dia, dilakukan kegiatan keagamaan sesuai agama warga binaan. Untuk yang beragama Islam, diadakan pengajian agama, kajian Alquran, dan kegiatan keagamaan lainnya. “Mahasiswa magang mengajari Alquran, mengaji, dan praktik mengkafani jenazah,” terangnya.
Dengan nada serius, Sholichin menyatakan untuk tahun depan Lapas IIA Banyuwangi akan menerima dengan tangan terbuka bila mahasiswa dari FDKI Uimsya akan magang lagi. Selain itu, pihaknya juga menerima bila ada mahasiswa yang mau memberi pengajian di dalam lapas. “Untuk mahasiswa yang magang, semakin banyak jumlahnya semakin baik, di Lapas IIA Banyuwangi ini juga ada pondok pesantren,” katanya.
Ketua panitia magang FDKI, Agung Obianto menyampaikan jumlah mahasiswa FDKI yang magang pada 2026 ini berjumlah 81 mahasiswa. Dari jumlah itu, 33 mahasiswa dari Prodi KPI, dan 48 mahasiswa dari Prodi BKI. “Mereka magang di 18 tempat,” jelasnya.
Dari 18 tempat magang itu, jelas dia, untuk Prodi BKI selain di Lapas IIA Banyuwangi, ada MA Darussalam, Blokagung, MA Hasyim Asyari dan SMA Favorite NU Tegaldlimo, SD Darussalam, Blokagung; SMK Darussalam Setail 2, Genteng; MAN 2 Banyuwangi, MAN 4 Banyuwangi, dan SMAN 1 Muncar. “Para mahasiswa banyak yang melakukan konseling,” ujarnya.
Untuk mahasiswa Prodi KPI, lanjut dia, magang di Jawa Pos Radar Banyuwangi, 24 Jam Banyuwangi, Radio Bintang Tenggara, Radio Suara Banyuwangi, Radio Fajar FM, Banyuwangi 1 TV, Times Indonesia, Galeria Multi Media, dan KUA Siliragung. “Para mahasiswa bisa parktek di tempatnya magang,” katanya.(Ahmady)



