BANYUWANGI – Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ekosistem lingkungan melalui aksi simbolis penanaman pohon pada Rabu (7/1/2026). Bertempat di kawasan kampus, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIMSYA, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., MEI Tidak sendirian, agenda ini dihadiri oleh jajaran tokoh besar seperti Ketua PBNU Dr. Miftah Faqih, Katib Syuriah PWNU Jatim Dr. KH. Ahsanul Haq, serta Rois Syuriah PCNU Banyuwangi KH. Maskur Ali. Kehadiran perwakilan Muhammadiyah dalam seremoni ini juga mempertegas semangat kolaborasi lintas organisasi dalam isu kemanusiaan dan lingkungan hidup.
Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program unggulan UIMSYA yang bertajuk “UIMSYA Berhias”. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik estetika lingkungan universitas, namun menjadi gerakan sistematis dalam menciptakan kampus hijau yang berkelanjutan. Rektor UIMSYA, Dr.KH. Ahmad Munib Syafa’at LC.,MEI, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud dari visi kampus untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian ekologis. Beliau menekankan bahwa lingkungan yang asri merupakan upaya utama dalam menciptakan atmosfer akademik yang nyaman dan produktif bagi seluruh sivitas akademika.

Kegiatan menanam pohon ini diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, membawa keberkahan, serta menjadi wujud kepedulian UIMSYA bersama Nahdlatul Ulama terhadap pelestarian lingkungan dan menjaga generasi mendatang.
Ketua PBNU, Dr. Miftah Faqih, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang dilakukan UIMSYA. Ia menyampaikan pesan mendalam bahwa kegiatan penanaman pohon ini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Menurutnya, menjaga kelestarian alam merupakan amanah agama yang harus dijalankan secara kolektif. “Apa yang kita tanam hari ini adalah oksigen dan warisan keberlangsungan hidup bagi anak cucu kita di masa depan. Kita tidak hanya menanam kayu, tapi sedang menanam harapan,” ujar dia di sela-sela proses penanaman.
Secara institusional, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara UIMSYA dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam membumikan konsep Fiqih Al-Bi’ah atau fiqih lingkungan. Kehadiran para pimpinan Syuriah dari tingkat Nasional, wilayah hingga cabang menunjukkan bahwa isu perubahan iklim dan kerusakan alam menjadi prioritas dakwah NU saat ini. Kerja sama ini juga menyampaikan pesan kuat kepada masyarakat secara luas bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang melampaui organisasi sekat-sekat, demi mewujudkan kemaslahatan umum (maslahah ammah).(Zul)


