Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Banyuwangi ke-XIV yang digelar selama dua hari, Rabu–Kamis, (7–8/1/2026). Kegiatan strategis organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat cabang ini mengusung tema “Meneguhkan Khidmah, Merajut Harmoni”, sebagai refleksi komitmen NU dalam memperkuat pengabdian keumatan sekaligus merawat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Kehadiran Konfercab PCNU di lingkungan kampus pesantren UIMSYA menjadi penegas peran perguruan tinggi dalam mendukung gerakan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan Konfercab diawali dengan penanaman pohon bersama di area kampus UIMSYA. Aksi ini menjadi simbol kepedulian nyata UIMSYA dan Nahdlatul Ulama terhadap pelestarian lingkungan hidup, sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Penanaman pohon tersebut tidak hanya menjadi pembuka seremoni, tetapi juga pesan moral bahwa tanggung jawab menjaga bumi merupakan bagian dari khidmah NU kepada umat dan generasi mendatang. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta dan tamu undangan yang hadir dari berbagai unsur.
Acara pembukaan Konfercab PCNU Banyuwangi ke-XIV berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting NU serta unsur pemerintah dan Forkopimda. Hadir dalam kesempatan itu Ketua PBNU Dr.KH. Miftah faqih, Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Anwar Mansur, Khatib Syuriah PWNU Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I, Sekretaris PWNU Jawa Timur Ir. H. Mohammad Faqih, MSA, Ph.D. Turut hadir Rois Syuriah PCNU Banyuwangi KH. Maskur Ali, Khatib PCNU Banyuwangi KH. Ahmad Ghozali, segenap Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, perwakilan Bupati Banyuwangi., Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, SE, Dandim Letkol (Lengan) Banyuwangi Triyadi Indrawijaya, SH, MIP, para rektor dan pimpinan perguruan tinggi agama Islam se-Banyuwangi, pimpinan ormas Islam, serta jajaran badan otonom NU seperti IPNU, IPPNU, Fatayat, dan Muslimat NU se-Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana Konfercab, Muhammad Kariono, menyampaikan bahwa panitia telah berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kemampuan yang ada. “Sebagai panitia, kami hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan konferensi ini berjalan lancar dan menghasilkan pimpinan yang amanah. Kami mohon maaf apabila masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at, MA, dalam sambutannya menyampaikan kisah khidmah almaghfurlah Mbah Yai Syafa’at selaku muasis Pondok Pesantren Darussalam Blokagung terhadap Nahdlatul Ulama. Ia mengutip dawuh pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, bahwa “barang siapa yang mau mengurus NU akan aku anggap sebagai santriku, dan siapa yang menjadi santriku akan aku doakan husnul khatimah beserta anak cucunya,” sebagai semangat pengabdian para kiai kepada jam’iyah. Terlebih lagi, bentuk khidmah Mbah Yai Syafa’at kepada NU begitu besar hingga beliau pernah meliburkan pengajian rutin Ahad Legi (pengajian rutin pondok pesantren Darussalam) di pesantren demi menghormati dan mendahulukan agenda rapat NU.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rois Syuriah PCNU Banyuwangi KH. Maskur Ali yang menyoroti pentingnya kepemimpinan NU di tengah tantangan umat Islam yang semakin kompleks. Menurutnya, NU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya alim secara keilmuan, tetapi juga bijak, visioner, dan mampu menjaga keharmonisan sosial.

Sementara itu, arahan sekaligus pembukaan Konfercab disampaikan oleh ketua PBNU, Dr. KH. Miftah Faqih. Ia menegaskan, NU ke depan harus lebih kuat, lebih responsif terhadap tantangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. Ahsanul Haq dari PWNU Jawa Timur.

Setelah pembukaan, Konfercab PCNU Banyuwangi ke-XIV dilanjutkan dengan sidang pleno I hingga V yang membahas laporan pertanggungjawaban, program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru. Hasil konferensi menetapkan H. Ahmad Turmudi sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi dan KH. Fahruddin Manan sebagai Rais Syuriah PCNU banyuwangi untuk masa khidmah 2026 – 2031. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan kepengurusan PCNU banyuwangi yang baru mampu meneguhkan khidmah NU, keharmonisan umat, serta terus bersinergi dengan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah daerah, demi kemaslahatan masyarakat banyuwangi secara berkelanjutan.


