Blokagung, Banyuwangi – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan pembekalan magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan tugas akhir pada Senin (22/9/2025). Acara ini diikuti oleh 58 mahasiswa yang akan segera menempuh rangkaian program akhir studi mereka. Kegiatan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan praktis sekaligus memberikan arahan agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia kerja. Acara berlangsung khidmat sejak pembukaan oleh Dekan FEBI, Dr. Lely Ana Ferawati E., CRP, CRA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan intelektual mahasiswa dalam menjalani program akhir perkuliahan. “Mahasiswa harus benar-benar mempersiapkan diri, karena rangkaian magang, KKN, hingga tugas akhir bukan hanya formalitas akademik, melainkan proses pembentukan karakter dan kompetensi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Setelah sambutan dekan, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua LPPM UIMSYA, Muhammad Ainun Najib, M.A. Ia menegaskan bahwa seluruh program kampus tetap selaras dengan kebijakan pesantren, mengingat UIMSYA bernaung dalam lingkungan pendidikan pesantren. Dalam arahannya, Ainun Najib menjelaskan bahwa mahasiswa tidak diperkenankan berada di luar pondok lebih dari 40 hari. Oleh sebab itu, skema program disusun menjadi 30 hari magang di instansi atau lembaga mitra, kemudian dilanjutkan dengan 10 hari KKN di tengah masyarakat. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya sekadar melaksanakan program, tetapi juga melakukan pendekatan yang intens dengan masyarakat. Dengan begitu, mahasiswa dapat merumuskan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan setempat,” pesannya.

Rangkaian acara kemudian diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Khusnudin ME, diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat. Setelah itu, memasuki sesi inti berupa penyampaian materi dari dua narasumber profesional yang dihadirkan FEBI. Narasumber pertama, Ubaidillah, Branch Manager PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk, membagikan pengalaman praktisnya di dunia perbankan syariah. Ia memaparkan strategi pemasaran produk-produk investasi, perencanaan keuangan, hingga layanan haji, serta menekankan pentingnya sertifikasi profesi untuk menunjang karier di sektor keuangan syariah. “Mahasiswa harus mampu memposisikan diri sebagai calon profesional yang adaptif, inovatif, dan memiliki bekal kompetensi yang diakui secara formal melalui sertifikasi,” jelasnya.

Materi kedua disampaikan oleh Syaiful Rijal, S.Sy., Manager Area Jajen Bondowangi KSPP BMT NU Jawa Timur. Dalam paparannya, ia menekankan prinsip integritas sebagai pondasi utama bagi seorang praktisi ekonomi syariah. Menurutnya, kompetensi teknis tanpa dibarengi dengan integritas akan sulit bertahan lama di dunia kerja. “Integritas wajib menjadi prioritas dalam setiap aktivitas profesional. Dengan menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab, seorang lulusan tidak hanya dihargai di dunia kerja, tetapi juga mampu membawa keberkahan dalam setiap aktivitasnya,” ungkapnya. Kehadiran kedua narasumber ini diharapkan mampu membuka cakrawala mahasiswa tentang realitas dunia kerja di sektor perbankan dan lembaga keuangan mikro syariah.
Salah satu peserta, Nur Aisyah, mahasiswa semester akhir FEBI, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan pembekalan ini. Menurutnya, penjelasan dari narasumber memberikan gambaran nyata tentang tantangan dunia kerja sekaligus cara membangun integritas sebagai bekal utama. “Saya merasa lebih siap menghadapi magang dan KKN setelah mengikuti pembekalan ini. Arahan dari dosen dan pengalaman para praktisi membuat kami semakin percaya diri untuk terjun langsung ke lapangan,” ungkapnya penuh antusias. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan 64 mahasiswa FEBI UIMSYA dapat menjalani magang, KKN, dan tugas akhir dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.(zul)

