UIMSYA Berperan Aktif dalam Perumusan CPL dan Kurikulum OBE dalam Mukernas PABKI 2025

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Surabaya — Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi melalui Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) menunjukkan komitmen akademiknya dengan turut serta dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam (PABKI). Kegiatan ini dilaksanakan pada (18–20/9/2025) bertempat di Hotel Excotel Surabaya, dan dihadiri oleh 58 dosen perwakilan dari 24 Universitas Islam negeri dan swasta yang memiliki Program Studi BKI dan BPI di seluruh Indonesia.

UIMSYA diwakili oleh dua dosen utamanya, yaitu Ketua Program Studi BKI, Nurin Baroroh, M.Psi., Psikolog, serta Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Halimatus Sa’diah, S.Psi., M.A.. Kehadiran keduanya menjadi representasi peran aktif UIMSYA dalam proses perumusan kurikulum nasional BKI yang berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Fokus Pembahasan Mukernas, Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Prodi BKI secara nasional, Penyusunan bahan kajian utama yang menjadi rujukan kurikulum OBE, dan Penyepakatan mata kuliah inti yang berlaku sebagai standar minimal untuk seluruh anggota PABKI.

 

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. phil. Sahiron, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa penguatan kurikulum Prodi BKI harus diarahkan untuk menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat serta perkembangan keilmuan konseling Islam secara global.

Sebagai peserta aktif, perwakilan UIMSYA terlibat dalam diskusi intensif, pembahasan substansi CPL, serta penyusunan struktur kurikulum berbasis hasil belajar. Dalam forum pleno dan diskusi kelompok, UIMSYA turut mengusulkan penyesuaian beberapa komponen CPL agar lebih kontekstual dengan kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah pesantren dan pendidikan Islam berbasis komunitas.

Ketua Prodi BKI UIMSYA, Nurin Baroroh, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa keterlibatan ini adalah bentuk kontribusi akademik yang tidak hanya membangun internal kampus, tetapi juga mempengaruhi arah pengembangan keilmuan BKI secara nasional.

“Forum ini sangat penting untuk menyatukan arah pengembangan Prodi BKI. Kami di UIMSYA siap menjadi bagian dari gerakan peningkatan mutu pendidikan, terutama dalam menyusun CPL dan bahan kajian yang relevan dengan realitas masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Halimatus Sa’diah, S.Psi., M.A., menyampaikan bahwa keterlibatan dalam Mukernas juga menjadi ajang pembelajaran antarperguruan tinggi. “Kami mendapatkan banyak masukan dan perspektif baru dari kampus lain. Ini sangat memperkaya pengembangan kurikulum di UIMSYA agar tetap adaptif dan berstandar nasional,” jelasnya.

Adapun tiga rumusan penting dari Mukernas ini akan segera diimplementasikan diantaranya, Mata kuliah kesepakatan PABKI, sebagai standar bersama antarprodi, CPL nasional Prodi BKI, yang akan menjadi acuan akreditasi dan pengembangan pembelajaran, serta dan Bahan kajian pokok, yang mendukung implementasi kurikulum berbasis OBE.

Dengan hasil tersebut, UIMSYA memiliki penguatan terhadap kurikulum internal Prodi BKI, serta meningkatkan kapasitas dosen dalam menerapkan pendekatan OBE secara sistematis.